- Pemerintah menargetkan Merauke menjadi lokasi lahan pertanian berskala internasional melalui penerapan modern farming dan teknologi mutakhir.
- Pakar Australia menilai tanah Merauke lebih subur, berpotensi menghasilkan *yield* lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian di Australia.
- Pengembangan *food estate* di Merauke juga diarahkan menjadi basis produksi etanol tebu untuk energi terbarukan nasional.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Merauke sebagai wilayah yang disasar pemerintah untuk lahan pertanian berskala internasional.
Menurut Airlangga, kunci utama keberhasilan proyek ini adalah penggabungan antara luas lahan yang masif dengan penerapan modern farming.
Penggunaan teknologi pertanian mutakhir diyakini akan mendongkrak produktivitas gabah dan komoditas lainnya secara signifikan dibandingkan metode konvensional.
Airlangga mengklaim, adanya penilaian dari para pakar pertanian asal Australia. Berdasarkan hasil kajian mereka, kualitas tanah di Merauke justru melampaui lahan pertanian di Negeri Kanguru tersebut.
"Para tenaga ahli dari Australia menyatakan bahwa karakteristik tanah di Merauke jauh lebih subur dibandingkan di Australia," ungkap Airlangga saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Selasa (13/1/2026).
Lebih lanjut, para ahli memprediksi bahwa dengan metode pengelolaan yang setara, hasil panen (yield) di Merauke berpotensi lebih tinggi daripada Australia.
Hal ini juga didukung temuan tanaman tebu merupakan flora asli (indigenis) di tanah Papua, sehingga proses adaptasi dan pertumbuhannya jauh lebih optimal.
Pengembangan food estate di Merauke tidak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan meja makan, tetapi juga tangki bahan bakar nasional.
Pemerintah membidik pengembangan tebu sebagai bahan baku utama produksi etanol. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan melalui program E5 atau E10 (campuran bensin dengan 5%–10% etanol).
Baca Juga: Banjir Sumatera Luluh Lantahkan 70.000 Ha Sawah, Kapan Perbaikan Dimulai?
Beberapa poin penting terkait target energi ini antara lain:
- Kebutuhan Nasional: Proyeksi kebutuhan etanol untuk bahan bakar mencapai 2 hingga 3 juta ton.
- Integrasi Industri: Merauke dipersiapkan untuk menjadi basis industri pengolahan tebu menjadi bioetanol guna mengurangi ketergantungan impor BBM.
Airlangga menekankan bahwa keberhasilan lumbung pangan ini tidak bisa hanya mengandalkan perluasan lahan (ekstensifikasi).
Ia mendorong adanya langkah intensifikasi yang menyeluruh melalui ketersediaan pupuk, sistem irigasi yang tertata, pendampingan penyuluh, serta penggunaan benih unggul.
Salah satu yang tengah disiapkan adalah pengembangan riset bibit berbasis genom. Melalui penelitian genetika ini, diharapkan muncul varietas tanaman yang lebih kuat menghadapi perubahan iklim ekstrem namun tetap mampu menghasilkan produksi maksimal.
"Yield dan aspek teknis lainnya menunjukkan bahwa Merauke bisa berprestasi lebih baik daripada Australia jika dikelola dengan standar yang sama," pungkas Airlangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Mengenal 6 Jenis Tekstur Sunscreen dan Fungsinya, Ini Panduan agar Tak Salah Pilih
-
Raksasa Elektronik Jepang Ekspansi ke Sektor Kesehatan
-
Duka di Tambakberas: Gus Rokib Sang Penjaga Api Perjuangan KH Wahab Hasbullah Berpulang
-
Roberto Mancini Umbar Janji Manis, Targetkan Dua Trofi Juara untuk Italia
-
Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!
-
5 Pilihan Warna Lipstik yang Tidak Bikin Pucat untuk Kulit Kuning Langsat
-
Investor Asing Soroti Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Pengganti Gubernur BI Harus Berpengalaman