- Industri menilai kuota PLTS Atap Kementerian ESDM menghambat pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
- Permintaan tinggi menyebabkan antrean pemasangan PLTS Atap mencapai waktu tunggu sekitar enam bulan.
- Kementerian ESDM menetapkan kuota PLTS Atap 2026 sebesar 485 MW, sebagian untuk daftar tunggu.
Suara.com - Pelaku industri menilai sistem kuota yang diterapkan Kementerian ESDM dalam pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap menjadi tantangan dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himayan berharap pemerintah bisa menambah kuota pemasangan PLTS Atap untuk tahun 2026.
"Ya, kalau diperluas (kuotanya) akan lebih baik jauh, tapi kalau tidak diperluas ya itu tugas kita untuk mencari perluasan sendiri gitu," kata Eka saat ditemui wartawan di The Park Pejaten, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026).
Xurya Daya Indonesia merupakan perusahaan startup yang bergerak dalam pengembangan energi baru terbarukan, salah satunya PLTS Atap.
Eka mengungkap peminat pemasangan PLTS Atap cukup signifikan, tapi karena dibatasi dengan sistem kuota, industri ataupun masyarakat yang ingin memasang PLTS Atap harus menunggu.
"Sekarang saja, dengan posisi sekarang sih masih ada antrean. Jadi sebenarnya demand dari customer itu jauh lebih banyak daripada itu sih. Dan kita memang lihat sekarang antriannya masih cukup panjang, sekitar 6 bulan," kata Eka.
Karena adanya pembatasan pemasangan tersebut, Xurya Daya Indonesia mengakalinya dengan mencari alternatif lain.
Salah satunya menyasar lokasi yang belum tersambung jaringan atau off-grid, seperti resort atau hotel-hotel yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN.
Tercatat Kementerian ESDM menetapkan kuota PLTS Atap sebesar sebesar 485 megawatt (MW) untuk 2026. Pendaftaran untuk tahap pertama telah dimulai sejak 25 Desember 2025 lalu melalui aplikasi PLN Mobile. Sementara untuk pendaftaran tahap kedua akan dibuka kembali pada Juni 2026.
Baca Juga: ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu
Dari total kapasitas 485 (MW) yang tersedia untuk 2026, sebanyak 304 MW akan dialokasikan bagi pelanggan yang telah masuk dalam daftar tunggu.
Sementara sisanya sebesar 183 MW dialokasikan bagi pelanggan baru yang belum masuk daftar tunggu, dan pendaftarannya telah dibuka pada 1 Januari 2026.
Tercatat penggunaan PLTS Atap mengalami peningkatan sebanyak 18 kali lipat sejak 2018 hingga November 2025. Bersamaan dengan itu juga kapasitas yang terpasang juga melonjak sebanyak 508 kali lipat.
Adapun, kapasitas yang terpasang sebesar 772,98 MW yang berasal dari 11.392 pelanggan, yang terdiri dari sektor rumah tangga sebesar 63 persen. Sementara kapasitas terbesar berasal sektor industri sebesar 80 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora