- Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1).
- Kilang ini diproyeksikan menjadi tulang punggung kedaulatan energi sekaligus pendukung utama akselerasi industri otomotif modern melalui produksi BBM setara standar Euro 5.
- Pengamat otomotif, Bebin Djuana, menyambut positif langkah Pertamina ini.
Suara.com - Indonesia resmi memasuki babak baru dalam industri energi hijau. Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Kilang ini diproyeksikan menjadi tulang punggung kedaulatan energi sekaligus pendukung utama akselerasi industri otomotif modern melalui produksi BBM setara standar Euro 5.
Pengamat otomotif, Bebin Djuana, menyambut positif langkah Pertamina ini. Menurutnya, kemampuan memproduksi BBM setara Euro 5 menempatkan Indonesia sejajar dengan Malaysia dan negara-negara maju lainnya di mata dunia.
"Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM standar Euro 5. Ini membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jauh lebih baik," ujar Bebin. Ia menambahkan bahwa kehadiran bahan bakar ramah lingkungan ini penting agar sektor otomotif tidak lagi menjadi "kambing hitam" polusi udara.
Bebin mencontohkan efisiensi di Jerman, di mana mesin diesel Euro 5 tetap bersih meski telah menempuh jarak 400.000 kilometer. Ia berharap kilang Pertamina lainnya segera menyusul langkah Balikpapan untuk menyediakan udara bersih bagi masyarakat.
Dari sisi ekologis, BBM standar Euro 5 memiliki keunggulan signifikan dalam menekan emisi:
- Reduksi Emisi: Mampu mengurangi Nitrogen Oksida (NO x) dan partikulat padat secara drastis.
- Target GRK: Mendukung komitmen Indonesia menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% hingga 41% pada tahun 2030.
- Jejak Karbon: Investasi teknologi ini memastikan setiap liter bahan bakar yang diproduksi memiliki jejak karbon yang lebih kecil.
Meski menjadi capaian besar, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin, mengingatkan bahwa modernisasi kilang (RDMP) sejatinya telah dibahas sejak 2012.
Ia mendorong pemerintah untuk konsisten dalam beralih ke BBM bersih dengan menghentikan produk rendah kualitas seperti Premium atau Pertalite.
"Semoga Presiden serius mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan. Ini adalah kewajiban pemerintah sesuai UUD 45 Pasal 28 H dan UU 32/2009 untuk menyediakan udara bersih bagi rakyat," tegas pria yang akrab disapa Puput tersebut.
Baca Juga: Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga