- SPBU Pertamina memperkuat bisnis Non-Fuel Retail melalui kolaborasi dengan Depo Air Minum Biru.
- Depo Biru Container perdana diluncurkan di SPBU Juanda Sidoarjo, Surabaya, untuk layanan terpadu.
- Kerja sama ini menargetkan 20 gerai awal, dengan ekspansi ke Jakarta Maret 2026, untuk pendapatan berkelanjutan.
Suara.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina memulai mencari pendapatan lain di luar penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM). Melalui penguatan bisnis Non-Fuel Retail (NFR), SPBU mulai bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang menghadirkan berbagai kebutuhan primer masyarakat dalam satu lokasi.
Langkah tersebut diwujudkan lewat kolaborasi PT Biru Semesta Abadi, pemilik merek Depo Air Minum Biru, dengan PT Pertamina Patra Niaga melalui peluncuran Biru Container di area SPBU.
Biru Container perdana resmi diluncurkan di SPBU Juanda, Sidoarjo, Surabaya. Kehadiran depo air minum isi ulang berbasis kontainer ini dirancang khusus untuk area SPBU dengan mobilitas tinggi, tanpa mengubah standar kualitas layanan Air Minum Biru yang telah memiliki 831 gerai di seluruh Indonesia.
Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso, menyebut kolaborasi ini sebagai realisasi dari visi bersama untuk membangun ekosistem layanan terpadu di SPBU Pertamina.
"Memang dibutuhkan waktu untuk memulai sebuah inovasi, namun dengan pemikiran yang cermat, kami meyakini inovasi Biru melalui Biru Container dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebaikan bagi semua pihak. Utamanya, kolaborasi ini hadir untuk melayani masyarakat melalui konsep one-stop service dalam satu ekosistem layanan terintegrasi antara Biru dan Pertamina," ujar Yantje seperti dikutip, Kamis (15/1/2026).
Dari sisi bisnis, kehadiran Biru Container memperkuat strategi Pertamina dalam mengembangkan layanan Non-Fuel Retail. Air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat dinilai memiliki tingkat pembelian berulang yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi SPBU.
Senior Officer Non-Fuel Retail Business PT Pertamina Patra Niaga, Ariyanti Chandra Dewi, menegaskan bahwa diversifikasi layanan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing SPBU di masa depan.
"Pengembangan Non-Fuel Retail merupakan fokus kami untuk menghadirkan nilai tambah bagi SPBU dan pelanggan. Kolaborasi dengan Biru membuka peluang pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, sekaligus memperkuat peran SPBU sebagai pusat layanan terpadu," kata Ariyanti.
Biru Container tetap menggunakan 100 persen Teknologi Ozon dengan standar kualitas air minum yang sama seperti gerai Air Minum Biru lainnya.
Baca Juga: Shell, BP dan Vivo Diminta Bernegosiasi dengan Pertamina untuk Beli Solar
Dalam uji coba operasional, layanan ini mampu melayani hingga 600 galon per hari, menjadikannya cocok untuk mendukung kebutuhan konsumen di SPBU dengan tingkat kunjungan tinggi.
Pada tahap awal, kerja sama ini menargetkan pengembangan hingga 20 gerai Biru Container di SPBU Pertamina secara bertahap. Setelah Surabaya, ekspansi akan berlanjut ke Jakarta pada Maret 2026, sebelum dikembangkan ke kota-kota lain di Indonesia.
Dalam jangka panjang, Pertamina Patra Niaga membuka peluang eksplorasi di sekitar 6.000 SPBU sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis Non-Fuel Retail.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya