- Pemerintah mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia tahun ini.
- Keputusan ekspor beras ini didukung stok nasional yang melimpah, mencapai 3,7 juta ton pada Maret 2026.
- Beras kualitas premium tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah pada 7 Maret 2026.
Suara.com - Pemerintah melepas ekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Total beras yang akan dikirim mencapai 2.280 ton dan ditujukan khusus bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pengiriman beras ke Arab Saudi bisa dilakukan karena stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah.
"Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita, stok kita hari ini 3,7 juta ton, data BPS, di bulan Maret. Dan itu terbesar sepanjang sejarah stok kita," kata Amran di gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Amran, pengiriman beras ke Arab Saudi merupakan langkah awal untuk memperluas pasar ekspor beras Indonesia. Sejumlah negara lain juga telah dijajaki sebagai tujuan ekspor berikutnya.
"(Selain) Saudi Arabia, kita kirim juga ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina," ujarnya.
Ia menjelaskan, khusus untuk kebutuhan jemaah Indonesia di Arab Saudi, potensi permintaan beras sebenarnya jauh lebih besar. Pemerintah memperkirakan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia di negara tersebut bisa mencapai puluhan ribu ton.
"Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspo lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 sampai 50 ribu ton," kata Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan ekspor beras tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan rapat koordinasi terbatas yang digelar pemerintah pada 23 Februari 2026. Penugasan ekspor juga diberikan melalui surat dari Kepala Badan Pangan Nasional.
Ia menyebut total beras yang diekspor mencapai 2.280 ton, menyesuaikan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu orang.
Baca Juga: Bulog Segera Bangun Gudang Beras di Arab Saudi
"Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton. Ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji, sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia di tahun ini lebih kurang 215.000 jemaah haji," ucapnya.
Rizal menambahkan beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beras tersebut langsung diproses setelah panen sehingga kualitasnya tetap terjaga.
"Jadi beras yang kita olah ini adalah beras yang baru kita panen dari sawah. Jadi bukan beras yang ada di gudang Bapak," katanya.
Beras tersebut diproses di beberapa fasilitas pengolahan, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik milik Bulog di Karawang dan Subang. Seluruh proses dilakukan hingga menghasilkan beras premium dengan tingkat pecahan yang rendah.
"Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog," ungkap Rizal.
Pengiriman beras ke Arab Saudi rencananya dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan tiga perusahaan pelayaran berbeda. Kapal pengangkut diperkirakan mulai berangkat pada 7 Maret 2026 dan akan berlabuh di Pelabuhan Jeddah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang