- PT IRSX sukses meraih pendapatan besar dari konser hybrid Brian McKnight yang dihadiri 1.300 penonton offline dan 48.000 online.
- Model konser hybrid ini memungkinkan monetisasi berlapis dari tiket fisik, tiket digital berbayar, dan dukungan sponsor acara.
- IRSX berencana mereplikasi strategi ini, ditunjukkan dengan rencana konser internasional Westlife di Surabaya pada Februari 2026.
Suara.com - PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX), emiten sektor hiburan meraup pendapatan miliaran rupiah dari konser hybrid. Setidaknya konser hybrid yang diselenggarakan perseroan, yaitu Brian McKnight di Balai Sarbini, Jakarta.
Konser tersebut itu terjual habis dengan kehadiran lebih dari 1.300 penonton secara offline. Di saat yang sama, konser ini juga menjangkau sekitar 48.000 penonton online melalui TikTok Live.
Skema ini memungkinkan IRSX mengunci monetisasi berlapis, mulai dari penjualan tiket fisik, paid digital ticketing, hingga dukungan sponsor dalam satu eksekusi acara.
Direktur Utama Folago, Subioto Jingga, menyebut capaian konser Brian McKnight sebagai validasi strategi hybrid yang dijalankan perseroan.
"Kami membuktikan konser internasional dapat dimonetisasi secara efektif melalui model hybrid. Ke depan, kami akan memperluas skala dan konsistensi konser dengan peningkatan kualitas produksi, distribusi digital, serta kolaborasi sponsor," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (20/1/2026).
Bagi investor, capaian ini menegaskan transformasi konser dari sekadar event satu kali menjadi produk pendapatan yang lebih terukur dan scalable.
Distribusi digital membuat jangkauan audiens tidak lagi dibatasi kapasitas venue fisik, sekaligus membuka peluang optimalisasi margin.
Model konser hybrid dinilai memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik dan dapat direplikasi untuk konser-konser berikutnya. Dengan basis digital, IRSX tidak sepenuhnya bergantung pada keterbatasan lokasi, sehingga risiko bisnis dapat ditekan.
Sebagai kelanjutan dari pipeline bisnis tersebut, Folago Pro juga telah menyiapkan konser artis internasional Westlife yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026 di Surabaya.
Baca Juga: Perkuat Investasi Bisnis Indonesia-Korea, KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul
Agenda ini memperkuat sinyal bahwa IRSX tengah membangun portofolio konser internasional secara berkelanjutan, bukan berhenti pada satu acara.
Dari sisi eksekusi, konser diposisikan sebagai pipeline bisnis jangka panjang. Integrasi offline dan online memungkinkan penjualan tiket digital dengan harga lebih terjangkau, memperluas basis audiens nasional, sekaligus meningkatkan daya tarik sponsor melalui eksposur lintas platform.
Pendekatan ini juga dinilai mampu menekan risiko kapasitas dan mempercepat titik impas melalui volume penonton digital.
Ke depan, perseroan menargetkan inovasi berkelanjutan melalui penguatan paid digital ticketing, ekspansi platform live streaming, serta kurasi artis yang relevan dengan audiens digital nasional maupun internasional.
Strategi ini diarahkan untuk menciptakan pendapatan berulang (recurring revenue) dan memperkuat posisi IRSX sebagai emiten hiburan dengan model monetisasi hybrid yang terukur dan scalable.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun