- Saham-saham Grup Astra mengalami pelemahan signifikan pada Rabu, 21 Januari 2026, dipicu isu pencabutan izin usaha.
- Pemicu utama adalah kebijakan Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan Sumatra, termasuk anak usaha strategis Astra.
- PT United Tractors (UNTR) memimpin penurunan terdalam karena anak usahanya, Agincourt Resources, ikut dicabut izinnya.
Suara.com - Saham-saham di bawah naungan konglomerasi Grup Astra mengalami pelemahan parah dan aksi jual masif pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (21/1/2026).
Sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin usaha puluhan perusahaan di Sumatra, termasuk salah satu anak usaha strategis Astra.
Penurunan terdalam dipimpin oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Hal ini terjadi karena PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe yang diakuisisi UNTR senilai US$1 miliar pada 2018, masuk dalam daftar perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah.
Performa Saham Grup Astra yang Memerah
Hingga penutupan sesi I, hampir seluruh lini bisnis Astra mencatatkan koreksi tajam. Berikut adalah rincian pergerakan sahamnya:
UNTR (United Tractors): Anjlok signifikan hingga 14,93% ke level Rp27.200 per lembar saham.
ASII (Astra International): Sebagai induk grup, saham ASII melorot 11,68% ke posisi Rp6.425, setelah dibuka melemah dari harga penutupan kemarin di Rp7.275.
AALI (Astra Agro Lestari): Emiten perkebunan ini terkoreksi 1,96% ke level Rp7.500.
AUTO (Astra Otoparts): Mengalami penurunan sebesar 3,27% ke harga Rp2.660.
Baca Juga: Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif
ASGR (Astra Graphia): Melemah tipis 0,80% ke posisi Rp1.245.
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah drastis dengan menghentikan izin operasional 28 entitas bisnis di wilayah Sumatra.
Kebijakan ini diambil setelah perusahaan-perusahaan tersebut terbukti melakukan pelanggaran serius terkait pemanfaatan kawasan hutan.
Selain Agincourt Resources, perhatian publik juga tertuju pada PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) yang kini status perdagangannya di bursa tengah dihentikan sementara (suspend).
Meski bukan bagian dari Astra, perusahaan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan isu lingkungan di wilayah Aceh dan Sumatra.
Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usahanya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
Terkini
-
Kementerian PU Ingatkan Truk ODOL: Dilarang Lewat Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera
-
Purbaya Sesumbar Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
-
Travelio Ekspansi ke Segmen Upscale, Incar Kaum Berkocek Tebal
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun 21 Januari 2026, Cabai Merah Besar Anjlok 10 Persen
-
BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
-
Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat
-
Kementerian PKP Target 18 Tower Rusun Meikarta, LPCK Disorot BEI