- Harga UNTR saham anjlok 14,54% ke Rp27.325 menyusul sentimen negatif izin tambang.
- Presiden Prabowo cabut izin PT Agincourt Resources akibat pelanggaran hutan.
- UNTR terancam kehilangan potensi pendapatan mineral senilai Rp9,9 triliun.
Suara.com - Pasar modal Indonesia dikejutkan oleh aksi jual masif pada saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1/2026).
Saham emiten alat berat dan pertambangan milik Grup Astra ini anjlok signifikan hingga 14,54% ke level Rp27.325, setelah terseret sentimen negatif pencabutan izin usaha anak usahanya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan pahit ini bermula dari pengumuman Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Selasa malam di Kantor Presiden. Pemerintah secara resmi mencabut izin 28 perusahaan yang dinilai melanggar aturan pemanfaatan kawasan hutan di Sumatra.
Salah satu nama yang paling mencolok dalam daftar tersebut adalah PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan. PTAR merupakan aset strategis UNTR yang diakuisisi pada 2018 dengan nilai fantastis mencapai US$1 miliar (sekitar Rp15,6 triliun).
Pencabutan izin ini menjadi pukulan telak bagi diversifikasi bisnis United Tractors. Tambang Martabe selama ini menjadi tulang punggung pendapatan non-batubara perusahaan. Sepanjang 2024 saja, bisnis emas ini menyumbang pendapatan bersih hingga Rp9,9 triliun, melonjak 90% berkat kenaikan harga emas dunia.
Dengan estimasi cadangan mencapai 4,7 juta ons emas, hilangnya izin operasional PTAR mengancam target sustainable earning yang selama ini digadang-gadang manajemen UNTR. Hingga berita ini diturunkan, pihak United Tractors maupun Grup Astra belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum atau mitigasi yang akan diambil pasca-keputusan Presiden tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
Terkini
-
BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai
-
Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
-
Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat
-
Kementerian PKP Target 18 Tower Rusun Meikarta, LPCK Disorot BEI
-
Sahamnya Mendadak Melejit, BEI Suspensi Emiten RLCO
-
Dolar Masih Kuat, Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp16.963
-
Driver Ojol Harap Sabar, Menhub Tak Mau Buru-buru Keluarkan Aturan Baru
-
Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah
-
Ekuitas Modal Terpenuhi, Emiten JMAS Bidik Pendapatan 20 Persen di 2026