- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi memiliki akses memantau saldo rekening para pejabat Kemenkeu.
- Pemantauan rekening dilakukan terbatas saat ada bawahan yang akan dipromosikan untuk jabatan struktural tertentu.
- Tujuan pengecekan rekening ini adalah mengawasi potensi penyelewengan penerimaan negara di luar LHKPN.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau dirinya bisa memantau saldo rekening para pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia terang-terangan memiliki akses untuk melihat tabungan bawahannya.
"Saya punya akses untuk pejabat saya, semuanya," kata Purbaya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menkeu Purbaya menyebut pemantauan rekening anak buahnya ini terbatas dilakukan apabila mereka dipromosikan jabatan. Apabila ada bawahan yang bakal dilantik jadi pejabat, ia akan memantau rekeningnya lebih dulu.
"Tapi yang saya periksa sampai eselon III karena yang mau naik kan yang itu. Tapi kalau yang di bawah mau naik kita lihat lagi," terangnya.
Bendahara Negara juga berkelakar kalau dia bisa mengintip para pejabat eselon I, yang dicurigainya lihai mengatur keuangan pribadi. Tapi dia juga yakin bahwa saldo rekening si pejabat normal karena kinerjanya baik.
"Eselon I juga saya lihat. Jago-jago mereka, flat saja uangnya. Mungkin juga mereka bagus," canda Purbaya.
Purbaya mengatakan kalau pengecekan ini di luar dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), di mana para pejabat memang melaporkan sendiri harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun dia memastikan pengecekan rekening ini dilakukan agar para pejabat tidak menyelewengkan penerimaan negara. Purbaya juga tak menampik kalau pengawasan itu memang tak sempurna, tapi berharap bisa memperbaiki kinerja.
"Itu di luar LHKPN. LHKPN itu juga kita lihat masuk akal atau enggak. Terus bandingkan dengan uangnya di bank dari tahun ke tahun gimana. Jadi enggak bisa sembunyi lagi pejabat-pejabat kami dari pengawasan kita. Mudah-mudahan ke depan membaik dengan adanya itu. Tentu saja enggak akan sempurna kan karena mereka cukup canggih," pungkasnya.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Usai Jadi Calon Bos BI
Berita Terkait
-
Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Usai Jadi Calon Bos BI
-
Purbaya Minta Pegawai DJP Tak Takut Tagih Pajak: Kita Bekingnya Presiden Langsung!
-
Purbaya Rombak Pejabat Pajak usai Kena OTT KPK, Ancam Mutasi Besar-besaran
-
Janji Menkeu Purbaya: Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
-
Murka Purbaya ke Perusahaan China Pengemplang Pajak: Puluhan Tahun Kita Dihina dan Diremehkan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju