- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan dua perusahaan baja Tiongkok tidak membayar pajak selama puluhan tahun.
- Menkeu Purbaya berencana mengunjungi perusahaan tersebut untuk meluruskan anggapan bahwa pemerintah mudah disuap.
- Perusahaan asing tersebut diduga meremehkan otoritas Indonesia sambil mengancam pengusaha lokal yang taat pajak.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa jengkel setelah menemukan ada dua perusahaan baja asal China yang tak bayar pajak dan bisa beroperasi puluhan tahun di Indonesia.
Menkeu Purbaya menegaskan bakal mendatangi perusahaan China pengemplang pajak itu dalam waktu dekat. Ia kesal karena mereka seolah menganggap Pemerintah Indonesia gampang dibayar.
"Yang satu sudah cukup lama beroperasi di sini, dan mereka akan beroperasi seperti itu, dengan anggapan Pemerintah Indonesia, Pajak (DJP), Bea Cukai, (Kementerian) Keuangan, korup. Sehingga bisa dibayar. Sehingga mereka bisa melakukan praktik seperti itu, enggak bayar PPN segala macam," kata Purbaya usai ditemui di kawasan kantor Kemenkeu, dikutip Kamis (22/1/2026).
Adapun maksud Purbaya mendatangi dua perusahaan pengemplang pajak itu untuk membuktikan bahwa anggapan mereka salah.
"Itu anggapan yang salah. Saya mau tunjukin ke mereka bahwa mereka salah," lanjutnya.
Purbaya mengungkapkan kalau perusahaan China itu terbukti tak bayar pajak selama puluhan tahun di Indonesia. Hal tersebut dinilainya sudah meremehkan Pemerintah.
"Karena sudah terbukti, sudah puluhan tahun dan kita dihina dan diremehkan seperti itu. Bagaimana perusahaan asing bisa beroperasi seperti itu?" imbuhnya.
"Bangsa apa? Bangsa yang bisa dikendalikan dengan uang gitu saja. Enak saja tuh," katanya lagi.
Bendahara Negara mengungkapkan kalau perusahaan itu nyatanya memiliki banyak tempat mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga Medan.
Baca Juga: 5 Drama China Romance Dibintangi Chen Xingxu, Terbaru My Page in the 90s
Ia merasa kesal karena perusahaan asing bisa diam-diam beroperasi di Indonesia. Berbanding terbalik dengan pengusaha lokal yang sudah bayar pajak, mereka malah terancam.
"Jadi mereka menguasai ini loh. Di sini loh. Diam-diam loh. Perusahaan-perusahaan China yang ilegal diam-diam bermain di sini dan menguasai pasar domestik. Perusahaan domestik, yang bayar pajak sesuai aturan, terancam. Bahkan banyak yang tutup. Masa itu mau kita biarkan? Jadi ini ancaman serius ya," paparnya.
Lebih lanjut Purbaya bakal membereskan perusahaan China pengemplang pajak tersebut dalam waktu dekat.
"Kalau dia bilang, perusahaan China, dia bilang, 'Indonesia enggak akan berubah, lebih baik saya bayar di belakang. Akan lebih murah dibanding dengan kalau saya bayar legal atau secara sah'. Itu kan pernyataan yang kurang ajar. Kalau iya mereka dengar, nanti kita beresin," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
5 Drama China Romance Dibintangi Chen Xingxu, Terbaru My Page in the 90s
-
Sinopsis Blades of The Guardian, Jet Li Beraksi Lagi!
-
10 Varian Wuling Cortez dan Biaya Pajaknya di 2026, Ramah UMR?
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Ilegal Bisa Capai Triliunan
-
Purbaya Akan Evaluasi Anggaran MBG 2026, Estimasi Terserap Hanya Rp 200 T dari Total Rp 335 T
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan
-
Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram
-
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026
-
Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah
-
EMAS Temukan Cadangan Baru, Tambang Emas Pani Bertambah 445 Ribu Ons
-
Musim Liburan Sekolah, Askrindo Siapkan Asuransi Kecelakaan untuk Wisatawan
-
Purbaya Siapkan Denda Besar Bagi Importir yang Tahan Kontainer di Pelabuhan
-
CCEP Perkuat SDM Lewat Inklusi, Digitalisasi hingga Pengembangan Talenta