Bisnis / Makro
Kamis, 22 Januari 2026 | 15:55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto Instagram Menkeu RI.
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginstruksikan pegawai DJP agar berani menagih pajak tanpa rasa takut.
  • Ia menegaskan dukungan penuh dari Presiden RI sebagai beking utama bagi pegawai DJP Kemenkeu.
  • Menkeu meminta pegawai melaporkan jika ada wajib pajak yang menawarkan beking kuat yang menghambat tugas penagihan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpesan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) untuk tidak takut menagih pajak.

Menkeu Purbaya menilai kalau pegawai pajak saat ini ada di garis terdepan untuk menentukan nasib penerimaan negara. Bahkan apabila ada Wajib Pajak (WP) yang menggoda mereka dengan iming-iming beking, ia meminta pegawai agar tidak takut.

"Jadi nanti kalau ada yang nawar-nawar bawa beking, kasih tahu saya. Kita beresin ramai-ramai bersama ya," katanya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Bendahara Negara juga menegaskan bahwa bekingan pegawai pajak adalah Presiden RI Prabowo Subianto. Purbaya meminta mereka untuk tidak takut dengan siapapun jika WP berdalih punya beking kuat.

"Kalau ada yang ribut-ribut, hajar. Kalau ada yang bawa beking, hajar. Kalau yang beking terlalu kuat, kasih tahu saya. Kita bekingnya Presiden langsung, jadi anda enggak usah takut," imbuhnya.

"Kan tidak ada bintang yang lebih tinggi dari Presiden kan? Jadi harusnya anda semua enggak ada hambatan untuk melaksanakan tugas anda. Kecuali anda punya niat sendiri yang enggak bagus," lanjut dia lagi.

Saat ditanya lebih lanjut, Purbaya mengatakan kalau beking-bekingan ini adalah salah satu momok untuk pegawai Pajak yang nantinya berpengaruh ke pendapatan negara.

Hanya saja dia tidak menjelaskan siapa beking kuat yang ditakutkan para pegawai pajak.

"Itu yang saya heran itu gitu. Kalau saya tanya bawahan, 'Kenapa enggak gerak? Ada bekingnya. Siapa bekingnya? Diam.' Saya sih selama ini enggak pernah dengar ada beking yang nama-nama bekingnya muncul. Hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada kasih tahu saya, kita beresin, karena itu akan mempengaruhi pendapatan negara kan? Kita dibeking 100 persen oleh Presiden untuk mengamankan pendapatan dan kondisi fiskal kita," papar dia.

Baca Juga: Purbaya Rombak Pejabat Pajak usai Kena OTT KPK, Ancam Mutasi Besar-besaran

Lebih lanjut Purbaya menegaskan kalau arahan ini tidak main-main. Ia ingin memaksimalkan pendapatan negara karena sebelumnya masih bisa beralasan bahwa Menkeu adalah jabatan baru.

"Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu saya bisa bilang, 'Ah pendapatan pajak enggak tercapai, saya masih baru'. Tahun ini kan saya enggak bisa," jelasnya.

Load More