- IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1% pada tahun 2026, naik 0,2 poin dari perkiraan sebelumnya.
- Keberhasilan menjaga inflasi, kebijakan fiskal hati-hati, dan reformasi struktural mendukung ketahanan ekonomi nasional.
- IMF mewaspadai risiko global seperti ketegangan perdagangan serta risiko domestik terkait arah kebijakan belanja negara.
Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di tahun 2026.
Proyeksi tersebut direvisi naik 0,2 poin persentase dibandingkan dengan perkiraan IMF pada Oktober 2025.
Capaian tersebut didukung oleh kerangka kebijakan yang solid, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta komitmen terhadap pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan.
Komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan sinergi kebijakan menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
Pertama, IMF menilai keberhasilan menjaga inflasi terjaga dalam kisaran sasaran, serta mencatat bahwa pelonggaran kebijakan moneter hingga 2025 diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kedua, IMF mengapresiasi kemajuan pendalaman pasar keuangan dan penguatan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
Ketiga, ketahanan sektor keuangan juga dinilai tetap terjaga baik, didukung oleh penguatan kerangka regulasi dan pengawasan, serta pengembangan sektor keuangan.
Keempat, di sisi fiskal, IMF menyoroti komitmen otoritas dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan fiskal yang kredibel.
Kelima, agenda reformasi struktural menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Baca Juga: Airlangga Klaim Resesi Indonesia Masih Aman Ketimbang AS, China, dan Jepang
Meski demikian, IMF mencermati sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai, antara lain guncangan akibat ketegangan perdagangan global, dinamika ketidakpastian ekonomi dunia, serta volatilitas pasar keuangan global.
Dalam laporan IMF, Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF atas perekonomian Indonesia tersebut.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan proyeksi positif IMF tersebut sejalan dengan asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh baik, didukung akselerasi reformasi struktural.
"Bank Indonesia bersama Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan, mempercepat reformasi struktural strategis, serta mempererat koordinasi kebijakan sebagai landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan akseleratif," jelasnya dalam siaran perse yang diterima di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, IMF mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sejumlah risiko dari dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan belanja negara dan pelaksanaan program-program pemerintah.
”Perubahan kebijakan besar, jika tidak diimplementasikan dengan pengamanan yang cukup kuat, dapat meningkatkan kerentanan,” tulis IMF dalam laporannya.
Berita Terkait
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,2% di 2025, 5,4% pada 2026
-
Rencana KBMI 1 Mau Dihapus, OJK: Ekonomi Indonesia Butuh Bank-bank Besar
-
Survei: Kebijakan Menkeu Purbaya Dongkrak Optimisme Konsumen, tapi Frugal Spending Masih Menguat
-
Waduh, Banjir Sumatra dan Aceh Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Minus 0,12 Persen
-
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tetap Kuat
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Anak Buah Diperiksa di Kasus Kuansing, Kapan Raja Juli Dipanggil KPK?
-
Sempat Viral Sujud Minta Maaf, Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengemudi Alphard: Dia yang Melanggar
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
KPK Periksa Pejabat Kemenhut, Dalami Pertemuan Raja Juli dan Bupati Kuansing
-
Pesawat Kecelakaan dan Terbakar di Teluk Shallow Amerika Serikat
-
5 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Jadi Fresh dan Gak Kusam
-
Ulasan Emma: Ketika Mak Comblang Belajar Tentang Cinta Sejati
-
Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali
-
Pemain Keturunan Surabaya di VfB Stuttgart Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan