Suara.com - Dunia otomotif Indonesia sempat dikejutkan dengan kehadiran Neta Auto, sebuah merek kendaraan listrik (EV) yang membawa semangat "Tech For All".
Namun, memasuki awal tahun 2026, kabar kurang sedap menerpa produsen asal Tiongkok ini. Operasional pabrik Neta di Indonesia dilaporkan berhenti sementara di tengah proses restrukturisasi besar-besaran yang dialami perusahaan induknya.
Siapa Sebenarnya Neta Auto?
Neta Auto berada di bawah naungan Hozon New Energy Automobile, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan pada tahun 2014 di Jiaxing, Tiongkok.
Fokus utama mereka adalah menciptakan mobil listrik pintar yang tidak hanya canggih dengan teknologi AI, tetapi juga memiliki harga yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Perjalanan Neta terbilang sangat progresif. Pada tahun 2022, mereka berhasil mengukir sejarah sebagai startup EV nomor satu di China dengan angka penjualan mencapai 150.000 unit. Kesuksesan ini mendorong Neta untuk melakukan ekspansi global ke Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika.
Kiprah Neta di Indonesia
Neta resmi menyapa publik Indonesia pada ajang GIIAS 2023. Komitmen mereka tidak main-main, Neta menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, untuk merakit mobil secara lokal (Completely Knocked Down/CKD).
Beberapa model andalan yang telah mengaspal di tanah air antara lain:
Baca Juga: Kia Siapkan Sedan Listrik Kelas Atas, Performa Sekencang Lamborghini Huracan
- NETA V-II: Crossover ringkas yang modern.
- NETA X: SUV medium dengan fitur premium dan sistem keamanan cerdas (ADAS).
Namun, per Januari 2026, dilaporkan bahwa lini produksi Neta di pabrik PT Handal telah berhenti sejak enam bulan sebelumnya. Hal ini merupakan dampak langsung dari proses restrukturisasi yang tengah dilakukan oleh Hozon Auto di pusat.
Nasib Konsumen dan Jaringan Dealer
Meski operasional produksi terhenti sementara, pihak Neta Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak benar-benar pergi. Perusahaan sedang melakukan penyesuaian jaringan dealer dan lini produk.
Saat ini, layanan purna jual difokuskan pada mitra tertentu, seperti jaringan Otoklix di seluruh Indonesia dan dealer ANMA Mobil di Tangerang.
Pihak manajemen menjamin beberapa hal penting bagi pemilik kendaraan Neta:
- Stok Suku Cadang: Bahan baku dan suku cadang diklaim masih tersedia dalam jumlah yang cukup.
- Garansi: Kebijakan garansi tetap berlaku dan akan dipenuhi sesuai komitmen awal.
- Target Bangkit: Restrukturisasi ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026, di mana Neta berjanji akan kembali melayani pasar Indonesia dengan wajah baru yang lebih segar.
Perjalanan Neta di Indonesia menjadi pengingat betapa dinamisnya industri mobil listrik. Meski saat ini sedang dalam fase sulit, sejarah Neta sebagai eksportir tangguh memberikan harapan bahwa penghentian operasional ini hanyalah langkah mundur sejenak untuk melompat lebih jauh di masa depan.
Bagi para pemilik mobil Neta, komunikasi transparan dari pihak perusahaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan selama masa transisi ini.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ
-
Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung
-
BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut
-
KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon