- Menteri Keuangan mengancam potong anggaran Kemenhub karena kapal asing banyak masuk Indonesia tanpa membayar pajak.
- INSA mengungkapkan kapal asing bebas pajak sementara kapal Indonesia harus bayar pajak di negara lain.
- Kemenkeu memberi waktu dua minggu bagi Kemenhub menyusun peraturan demi perlakuan pajak yang setara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam bakal memotong anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah mengetahui selama ini banyak kapal asing masuk ke Indonesia tak bayar pajak.
Temuan ini diungkapkan oleh Organisasi Pengusaha Perusahaan Pelayaran atau Indonesian National Shipowners' Association (INSA) dalam sidang debottlenecking bersama Purbaya. Padahal potensi penerimaan negara dari kapal asing bisa mencapai Rp 8 triliun per tahun.
Mulanya Sekretaris Umum INSA, Darmansyah Tanamas mengungkapkan kalau selama ini kapal asing bebas masuk Indonesia tanpa membayar pajak. Namun beda nasib dengan kapal dalam negeri yang justru membayar pajak ke negara luar.
"Kalau kapal Merah Putih (milik Indonesia) Pak, angkut muatan dari Vietnam atau dari Thailand, itu diikat Pak. Kami harus melampirkan surat setoran pajak atas muatan ekspor itu. Baru kami bisa berlayar Pak, ke Indonesia. Tapi kalau di Indonesia enggak ada Pak," keluh dia saat sidang debottlenecking di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menanggapi itu, Purbaya langsung bertanya ke perwakilan Kementerian Perhubungan yang juga ada dalam sidang tersebut. Ia meminta perlakuan adil untuk kapal domestik yang justru membayar pajak ke Pemerintah.
"Hei Perhubungan, kenapa bisa seperti itu? Kenapa enggak ada equal treatment antara kapal asing di sini sama kapal kita di negara asing?" kata Purbaya.
Purbaya meminta Kementerian Perhubungan untuk membenahi peraturan yang ada. Jika tidak, ia menegaskan bakal memotong anggaran Kemenhub.
"Kalau enggak anda saya potong loh anggarannya," timpal Purbaya.
Bendahara Negara lalu meminta INSA untuk memantau implementasi peraturan pajak dalam tiga bulan ke depan. Jika tidak berubah, ia mempersilakan untuk lapor ke Kemenkeu.
Baca Juga: Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Banyak Kapal Asing Masuk RI Tak Bayar Pajak
"Tiga bulan ini Anda lihat yang domestik ada perbedaan apa enggak. Kalau mereka enggak ada perbedaan, lapor ke kami lagi, nanti kami akan punish Kementerian Perhubungan. Itu kan buat kita juga, yang penting buat perusahaan domestik sama perlakuannya. Nanti yang asing dibuat peraturan yang sama ya," paparnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, penerimaan negara yang dikumpulkan dari pelayaran kapal dalam negeri mencapai Rp 24 triliun. Sedangkan untuk aktivitas pelayaran asing hanya sebesar Rp 600 miliar.
Lebih lanjut Purbaya meminta Kemenhub untuk membuat aturan soal penerimaan pajak dari kapal asing dalam waktu dua minggu ke depan.
"Jadi tadi pesannya, Perhubungan akan memperbaiki peraturannya dalam waktu satu minggu dua minggu. Nanti Satgas akan mengirim surat ke Kementerian Perhubungan besok mungkin. Kita beri waktu satu minggu dua minggu, dua minggu lah paling lama. Kami akan telepon Perhubungan dan ke INSA, apakah sudah dilakukan seperti itu apa enggak," tutup Purbaya.
Berita Terkait
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Banyak Kapal Asing Masuk RI Tak Bayar Pajak
-
Cha Eun Woo Klarifikasi Isu Penggelapan Pajak, Bantah Hindari Penyelidikan
-
Cara Cek Pajak Kendaraan Jateng 2026 via SMS dan Online, Praktis Banget!
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
DPR Gelar Rapat Tertutup, Bahas Anggaran Bareng Menhan dan Panglima TNI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati