Bisnis / Inspiratif
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05 WIB
BRI Peduli dukung lawan stunting demi generasi masa depan Indonesia [BRI]
Baca 10 detik
  • PT BRI melalui program CSR "Cegah Stunting Itu Penting" mendukung agenda pemerintah mengatasi gizi buruk dan stunting balita.
  • Program terintegrasi ini mencakup intervensi nutrisi, modernisasi alat ukur, dan edukasi pola asuh berkelanjutan di berbagai wilayah.
  • Sejak 2022, program ini telah menjangkau 7.783 penerima manfaat serta mendistribusikan 130 paket alat ukur ke fasilitas kesehatan.

Suara.com - Persoalan gizi buruk dan stunting pada balita masih menjadi tantangan krusial yang membayangi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Menyadari hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif CSR BRI Peduli kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah lewat program bertajuk "Cegah Stunting Itu Penting".

Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah gerakan terintegrasi yang menggabungkan penyaluran nutrisi dengan edukasi mendalam.

Langkah ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin kedua, yakni "Tanpa Kelaparan", sekaligus menjadi kado bermakna dalam peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari 2026.

Stunting sering kali disalahpahami hanya sebagai hambatan pertumbuhan fisik atau tinggi badan. Padahal, dampak jangka panjangnya jauh lebih mengkhawatirkan karena memengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas hidup anak di masa depan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa keterlibatan BRI dalam isu ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab kolektif.

"Melalui pelaksanaan kegiatan ini, pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai isu kesehatan semata, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," ungkap Dhanny dalam keterangan resminya pada Minggu (25/1/2026).

Kegiatan "Cegah Stunting Itu Penting" dilaksanakan secara serentak di berbagai titik strategis, termasuk Puskesmas Cilincing di Jakarta Utara dan Puskesmas Pangalengan di Bandung. Pendekatan yang dilakukan BRI mencakup tiga pilar utama:

  1. Intervensi Nutrisi: Pemberian paket gizi khusus untuk balita stunting serta makanan tambahan bagi ibu hamil guna memutus rantai gizi buruk sejak dalam kandungan.
  2. Modernisasi Alat Ukur: Penyaluran antropometri kit standar medis yang terdiri dari timbangan digital, infantometer, hingga stadiometer untuk memastikan akurasi pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat akar rumput.
  3. Edukasi dan Pola Asuh: Sosialisasi gizi bagi remaja putri, ibu hamil, dan orang tua untuk membangun fondasi pengetahuan kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan keluarga.

Sejak digulirkan pada tahun 2022, program ini telah memberikan dampak nyata bagi 7.783 penerima manfaat. Angka tersebut mencakup ribuan balita, ibu hamil, hingga remaja putri di berbagai kota besar Indonesia, mulai dari Padang, Yogyakarta, Denpasar, hingga Makassar dan Manado.

Baca Juga: Resmi Gabung Persib Bandung, Layvin Kurzawa Sapa Bobotoh: Sampurasun, Hatur Nuhun!

Sebanyak 130 paket alat ukur antropometri juga telah didistribusikan ke 49 unit layanan kesehatan (Posyandu dan Puskesmas).

Di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, intervensi difokuskan pada pemulihan 55 anak stunting serta pemantauan intensif bagi 150 anak yang masuk kategori berisiko.

Ahli Gizi Puskesmas Cilincing, Masliani Novaria, mengapresiasi langkah konkret BRI yang dinilai sebagai bentuk sinergi ideal.

"Penanganan pencegahan stunting ini tidak bisa hanya digaungkan dan dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja, tetapi juga memerlukan kolaborasi multipihak dalam pelaksanaannya guna mendukung percepatan penurunan angka stunting," tutur Masliani.

Load More