- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut lapangan golf sebagai arena lobi bisnis minyak dan gas paling efektif bagi petinggi industri.
- Ahok terpaksa belajar golf serius sebagai strategi negosiasi penting dengan perusahaan asing seperti Exxon dan Chevron.
- Kesaksian ini disampaikan dalam sidang korupsi Pertamina yang melibatkan sembilan terdakwa dan menyebabkan kerugian negara Rp285,18 triliun.
Suara.com - Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang membongkar salah satu "rahasia dapur" para petinggi dalam melakukan negosiasi bisnis minyak dan gas.
Bukan di ruang rapat yang kaku atau klub malam yang mewah, Ahok menyebut lapangan golf adalah arena lobi paling efektif.
Kesaksian Ahok ini disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi raksasa di PT Pertamina yang diduga merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.
Menurut mantan Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024 ini, golf menjadi pilihan utama karena jauh lebih efisien dan sehat dibandingkan alternatif lainnya.
Ahok secara gamblang membandingkan lobi di lapangan golf dengan menjamu para pengusaha di klub malam yang menurutnya sangat mahal dan tidak sehat.
"Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat paling murah. Jemur, jalan, murah, dan bayarin anggota main itu sangat murah," ujar Ahok dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (27/1/2026).
Terpaksa Belajar Golf Demi Lobi Bos Minyak Asing
Ahok mengaku, kebiasaan ini ia adaptasi setelah menyadari budaya para bos perusahaan minyak raksasa dunia. Saat pertama kali masuk ke Pertamina, ia melihat para pengusaha dari Amerika Serikat, seperti dari Exxon dan Chevron, memiliki kegemaran bermain golf.
Untuk bisa masuk ke lingkaran mereka dan melakukan negosiasi penting, Ahok pun rela meluangkan waktu untuk belajar bermain golf secara serius hingga mengikuti sekolah khusus. Baginya, ini bukan sekadar hobi, melainkan strategi bisnis untuk kepentingan perusahaan.
Baca Juga: Ahok Respons Kasus Kerry Riza: Tidak Ada Oplosan, Tuduhan Korupsi Rp285 T Itungan Dari Mana?
"Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu ada negosiasi di lapangan golf. Nah, itu biasa," tuturnya.
Kesaksian Ahok ini memberikan gambaran bagaimana lobi-lobi tingkat tinggi di industri strategis kerap terjadi di luar agenda formal, di mana kedekatan personal yang dibangun di lapangan hijau bisa menentukan kesepakatan bernilai triliunan rupiah.
Duduk Perkara Korupsi Raksasa Pertamina
Kehadiran Ahok di pengadilan adalah sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023. Kasus ini menjerat sembilan terdakwa yang memiliki posisi strategis di lingkungan Pertamina dan perusahaan mitranya.
Sembilan terdakwa tersebut adalah:
- Muhammad Kerry Adrianto Riza (pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa)
- Agus Purwono (Vice President Feedstock Management PT KPI)
- Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping)
- Gading Ramadhan Juedo (Komisaris PT PMKA)
- Dimas Werhaspati (Komisaris PT JMN)
- Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga)
- Maya Kusuma (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga)
- Edward Corne (Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga)
- Sani Dinar Saifudin (Direktur Feedstock and Product Optimalization PT KPI)
Dugaan Kerugian Negara Tembus Rp285 Triliun
Berita Terkait
-
Ahok Respons Kasus Kerry Riza: Tidak Ada Oplosan, Tuduhan Korupsi Rp285 T Itungan Dari Mana?
-
Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK dan BPKP Soal Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina
-
Bawa HP dan Google Drive, Ahok Siap Buka-bukaan di Sidang Korupsi Pertamina Rp285 T
-
Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'
-
Proliga 2026 Putri Memanas! Berikut Klasemen dan Daftar Top SKor Terbaru
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
-
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan