- Mendagri Tito Karnavian mewaspadai kenaikan harga daging dan telur ayam jelang Ramadan 2026 karena biaya pakan mahal.
- Mahalnya harga jagung pakan menjadi faktor penentu kenaikan harga daging dan telur ayam di tingkat konsumen.
- Pemerintah harus memastikan pasokan pakan lancar dan menekan harga jagung karena permintaan meningkat signifikan.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mewanti-wanti potensi lonjakan harga daging ayam ras dan telur ayam ras jelang Ramadan 2026.
Hal ini seiring masih mahalnya harga jagung pakan ternak yang berisiko menekan pasokan protein hewani di pasar.
Tito menyebut, daging ayam dan telur merupakan komoditas pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya produksi, terutama pakan ternak.
Jagung sebagai bahan baku utama pakan unggas dinilai menjadi faktor kunci yang menentukan pergerakan harga di tingkat konsumen.
"Telur ayam ras, daging ayam ras, kuncinya adalah pakan," ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena permintaan terhadap ayam dan telur diperkirakan meningkat menjelang Ramadan.
Lonjakan permintaan tanpa diimbangi pasokan yang memadai berpotensi mendorong kenaikan harga secara signifikan.
"Kalau jagungnya naik, mau enggak mau pasti daging ayam ras akan naik. Pakannya. Yang memakan itu. Dan produksi telur ayam rasnya pasti juga akan harga akan naik," kata Tito.
Di sisi lain, Tito menilai situasi ini menjadi ironi karena produksi jagung nasional dilaporkan berada pada level tinggi. Bahkan, panen jagung disebut telah didorong secara masif, termasuk melalui keterlibatan aparat kepolisian.
Baca Juga: Pemerintah Heran Stok Jagung Melimpah Tapi Harga Pakan Ternak Mahal
Namun demikian, tingginya produksi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga jagung di tingkat peternak. Kondisi ini membuat biaya pakan tetap mahal dan berdampak berantai terhadap harga ayam dan telur.
Selain faktor pakan, Tito juga menyinggung potensi peningkatan permintaan akibat bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut mensyaratkan penyediaan protein hewani, khususnya telur dan daging ayam, dalam jumlah besar.
"Atau karena demand. Demand yang terjadi peningkatan karena adanya program MBG," ujarnya.
Menurut Tito, peningkatan permintaan yang tidak diantisipasi dengan penguatan pasokan berpotensi mempersempit ruang penurunan harga ayam dan telur di pasar. Apalagi, komoditas tersebut kerap menjadi penyumbang inflasi pangan saat Ramadan.
Ia menegaskan, pemerintah perlu bergerak cepat untuk memastikan rantai pasok pakan ternak berjalan lancar dan harga jagung dapat ditekan. Jika tidak, tekanan harga ayam dan telur dikhawatirkan akan semakin terasa oleh masyarakat.
Tito juga mengingatkan, kenaikan harga ayam dan telur akan berdampak langsung pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab, kedua komoditas tersebut merupakan sumber protein utama yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari.
"Kalau harga-harga seperti ini naik, yang paling terasa itu masyarakat kelas bawah," jelas Tito.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim