- Mendagri Tito Karnavian heran harga jagung pakan mahal padahal produksi nasional sangat tinggi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
- Mahalnya jagung pakan diduga memicu kenaikan harga daging ayam serta telur ayam ras karena komponen biaya pakan tinggi.
- Tito menduga anomali ini disebabkan oleh masalah distribusi atau peningkatan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, merasa heran harga jagung pakan ternak justru mahal, padahal stok jagung melimpah.
Kondisi itu membuat harga daging ayam ras serta telur ayam juga meninggi.
Tito mengungkapkan persoalan tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, produksi jagung nasional sebenarnya berada dalam kondisi tinggi. Bahkan, panen jagung juga didorong oleh keterlibatan aparat, termasuk dari kepolisian.
"Produksi jagung, panen jagung, termasuk yang dikerjakan oleh Polri, itu sangat tinggi, jutaan ton," ujar Tito, Selasa (27/1/2026).
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak tercermin di lapangan. Tito mempertanyakan mengapa harga jagung di tingkat peternak justru berada di level mahal, sehingga memicu kenaikan biaya pakan ternak.
"Tapi kenapa harganya di tingkat peternak menjadi mahal," kata Tito.
Menurutnya, mahalnya harga jagung pakan menjadi pemicu utama naiknya harga daging ayam ras dan telur ayam ras. Pasalnya, jagung merupakan komponen terbesar dalam struktur biaya pakan ternak unggas.
"Kalau jagung, jagungnya naik, mau enggak mau pasti daging ayam ras akan naik. Pakannya. Yang memakan itu. Dan produksi telur ayam rasnya pasti juga akan harga akan naik," jelasnya.
Baca Juga: Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
Tito menilai kondisi tersebut sebagai anomali yang perlu didalami secara serius oleh kementerian dan lembaga terkait. Ia menduga terdapat persoalan dalam rantai distribusi jagung, mulai dari produsen hingga sampai ke tangan peternak.
"Ini anomali yang perlu kita dalami. Mungkin dari Satgas Pangan, dari Kejaksaan," kata Tito.
Ia menegaskan, perlu ada penelusuran menyeluruh terkait kemungkinan adanya masalah di antara mata rantai distribusi jagung, baik di tingkat pengolahan, perdagangan, maupun distribusi antardaerah.
"Ada something antara rantai di tingkat produsen jagung sampai dengan diolah dan kemudian dijual kepada peternak," kata Tito.
Selain faktor distribusi, Tito juga menyinggung potensi peningkatan permintaan jagung pakan seiring dengan bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut disebut mewajibkan penyediaan telur dan daging ayam, yang secara otomatis meningkatkan kebutuhan pakan ternak.
"Atau karena demand. Demand yang terjadi peningkatan karena adanya program MBG," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Purbaya Akui Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Pengganti Keponakan Prabowo, Dilantik Minggu Depan
-
Pencabutan Izin Tambang Gerus Saham-saham Big Caps, IHSG Masih di Level 8.900
-
Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD
-
Purbaya Mau Tambah Bandwidth Coretax Jelang Deadline SPT Tahunan
-
Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi
-
BRI Peduli Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting di Indonesia
-
Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sanitasi bagi Ratusan Keluarga di Buleleng