- Pada Selasa, 27 Januari 2026, tren penurunan harga pangan nasional meluas mencakup beras dan komoditas strategis lainnya.
- Data BPN menunjukkan harga rata-rata nasional berbagai jenis beras mengalami koreksi signifikan dibandingkan hari sebelumnya, Senin (26/1/2026).
- Penurunan harga juga meliputi kedelai impor, jagung peternak, bawang merah, daging, serta beberapa komoditas protein hewani dan ikan.
Suara.com - Tren penurunan harga pangan nasional kian meluas pada Selasa (27/1/2026). Tak hanya komoditas protein hewani dan hortikultura, sejumlah jenis beras hingga bahan pangan strategis lainnya juga tercatat mengalami koreksi harga.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional dari situs panelharga.badanpangan.go.id yang dikelola Badan Pangan Nasional (BPN), harga beras di berbagai kategori tercatat turun dibandingkan hari sebelumnya, Senin (26/1/2026).
Harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di level Rp12.397 per kilogram atau turun Rp68. Sementara itu, beras medium non-SPHP tercatat turun Rp87 menjadi Rp13.836 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada beras medium secara umum yang kini berada di angka Rp13.242 per kilogram setelah terkoreksi Rp150. Adapun beras premium tercatat sebesar Rp15.497 per kilogram atau turun Rp90.
Selain itu, harga beras khusus lokal juga mengalami penurunan tipis. Komoditas tersebut tercatat berada di level Rp15.645 per kilogram atau turun Rp35 dibandingkan hari sebelumnya.
Tak hanya beras, komoditas pangan pendukung lainnya juga menunjukkan tren serupa. Harga kedelai biji kering impor tercatat sebesar Rp10.827 per kilogram atau turun Rp73. Sementara harga jagung tingkat peternak turun cukup dalam sebesar Rp183 menjadi Rp6.804 per kilogram.
Dari kelompok bumbu dapur, harga bawang merah nasional tercatat turun Rp897 menjadi Rp40.056 per kilogram.
Sebelumnya, sejumlah komoditas cabai juga mengalami koreksi signifikan, terutama cabai merah besar yang turun hingga Rp3.404 atau 9,17 persen.
Komoditas daging dan protein hewani juga kompak melemah. Harga daging sapi murni turun menjadi Rp135.280 per kilogram, daging ayam ras menjadi Rp38.469 per kilogram, serta daging kerbau beku impor yang berada di level Rp108.308 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun
Telur ayam ras, ikan kembung, ikan tongkol, hingga ikan bandeng juga tercatat mengalami penurunan harga, mencerminkan kondisi pasokan yang relatif terjaga di berbagai wilayah.
Secara keseluruhan, data BPN menunjukkan bahwa mayoritas harga pangan strategis nasional berada dalam tren penurunan.
Harga yang ditampilkan dalam situs itu merupakan rata-rata nasional dari berbagai zona pasar di Indonesia dan dapat berbeda di masing-masing daerah, tergantung kondisi distribusi serta pasokan setempat.
Berita Terkait
-
Pemerintah Akui Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Nataru, Tembus Rp 60.000 per Kg
-
Update Harga Pangan 29 Desember: Bawang, Cabai, Hingga Beras Kompak Turun
-
Panel BPN Catat Harga Pangan Turun, Cabai dan Beras Ikut Terkoreksi
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Usai Natal, Cabai hingga Bawang Merah Merosot Tajam
-
Program MBG: Bukan Pemicu Inflasi, Justru Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati