Suara.com - Hingga saat ini, emas dinilai masih menjadi perangkat investasi yang paling bisa diandalkan. Pasalnya, nilai tukar emas selalu menjadi ukuran dasar dari berbagai nilai lain.
Tapi sebenarnya, mending beli emas batangan atau perhiasan emas? Ini pilihan terbaik untuk investasi.
Untuk orang awam, memiliki emas dalam bentuk apa pun dianggap sebagai investasi yang sangat andal. Hal ini tidak salah, namun ada opsi yang paling tepat jika berbicara tentang investasi.
Secara mendasar, emas batangan memiliki nilai yang paling stabil. Sementara itu, emas dalam bentuk perhiasan memberikan benefit karena dapat digunakan, dan unggul dari sisi estetika.
Perhiasan Emas, antara Estetika dan Nilai Ekonomi
Perhiasan emas masih dipandang sebagai sarana investasi. Namun demikian yang harus disadari adalah bahwa ketika menjadi perhiasan, emas memiliki nilai tambah dari segi estetika.
Namun hal ini juga membuatnya lebih mahal ketika dibeli daripada ketika dijual.
Misalkan saja Anda memiliki kalung emas lengkap dengan liontinnya, dengan berat tercatat 5 gram. Per gram, misalkan memiliki harga sekitar Rp2.500.000. Ketika membelinya Anda akan membayar lebih dari Rp12.500.000, karena emas yang digunakan telah diolah menjadi perhiasan yang estetik.
Namun demikian ketika nantinya dijual, kalung ini tidak akan dihitung secara total 5 gram.
Kalung akan kembali ditimbang, diperhitungkan keausannya, dan dikurangkan dengan biaya produksi perhiasan.
Baca Juga: Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram
Artinya kalung emas yang akan Anda jual akan ditaksir harga emasnya, bukan sebagai perhiasan, namun sebagai emas yang ditimbang dan ditaksir ulang nilainya berdasarkan nilai emas terkini.
Emas Batangan, Fokus pada Nilai Ekonomi Murni
Di sisi lain, emas batangan menjadi sarana investasi yang lebih direkomendasikan. Pasalnya emas yang Anda beli dalam bentuk batangan memiliki berat yang murni, dan harga yang menyesuaikan dengan harga pasar.
Tidak ada biaya produksi, tidak ada nilai estetika yang menambah nilainya saat Anda membelinya.
Misalkan Anda memiliki 5 gram emas batangan, maka ketika dijual harganya juga akan diperhitungkan dalam skala 5 gram, selama kemasannya masih tersegel dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Harganya juga akan menyesuaikan dengan kadar karat dalam emas yang Anda miliki.
Masing-masing emas batangan memiliki keterangan karat yang berbeda, biasanya pada 9 karat, 18 karat, dan 22 karat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya