Bisnis / Keuangan
Rabu, 28 Januari 2026 | 10:47 WIB
Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 28 Januari 2028, mencapai Rp 2.968.000, naik Rp 52.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam juga naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.799.000 per gram pada tanggal tersebut.
  • Harga emas dunia menguat mendekati rekor didorong pelemahan Dolar AS dan ketegangan geopolitik global.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 28 Januari 2028 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.968.000 per gram.

Harga emas Antam itu lagi-lagi pecah rekor ke level tertinggi sepanjang sejarah dengan naik sebesar Rp 52.000 dibandingkan hari Selasa, 27 Januari 2026 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.799.000 per gram.

Harga buyback itu juga terus melompat tinggi Rp 50.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.534.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.968.000
  • Emas 2 gram Rp 5.876.000
  • Emas 3 gram Rp 8.789.000
  • Emas 5 gram Rp 14.615.000
  • Emas 10 gram Rp 29.175.000
  • Emas 25 gram Rp 72.812.000
  • Emas 50 gram Rp 145.545.000
  • Emas 100 gram Rp 291.012.000
  • Emas 250 gram Rp 727.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.453.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.908.600.000

Harga Emas Dunia Melonjak

Harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Asia, Rabu, 28 Januari 2026 dan mendekati rekor tertinggi baru di kisaran USD 5.220 per troy ounce. Kenaikan ini didorong oleh melemahnya Dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya ketegangan geopolitik, serta ketidakpastian ekonomi global.

Dikutip dari FXStreet, emas (XAU/USD) terus diburu investor sebagai aset lindung nilai menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Pasar menanti arah kebijakan bank sentral AS untuk mendapatkan katalis baru bagi pergerakan emas.

Pelemahan dolar AS turut menjadi faktor utama penguatan harga emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu, yang menyebut nilai dolar AS “sangat bagus” ketika ditanya soal pelemahan mata uang tersebut, justru menyeret Indeks Dolar AS (DXY) ke level terendah sejak Februari 2022. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan bagi harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Baca Juga: Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah

Di sisi lain, meningkatnya ketidakstabilan global turut mendorong permintaan terhadap aset aman. Pasar masih dibayangi kekhawatiran perang dagang dan konflik geopolitik, menyusul berbagai pernyataan dan langkah kontroversial Trump sejak awal Januari. Mulai dari ancaman pengambilalihan Greenland, rencana pengenaan tarif lebih tinggi terhadap negara-negara Eropa, hingga ancaman tarif 100 persen terhadap produk Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China.

Dari sisi kebijakan moneter, The Fed secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan ini menyusul pemangkasan suku bunga yang dilakukan The Fed dalam tiga pertemuan berturut-turut pada akhir tahun lalu.

Pelaku pasar kini mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Nada pernyataan yang cenderung agresif (hawkish) berpotensi menopang dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Namun, selama ketidakpastian global masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor.

Load More