- Lesunya penyaluran kredit perbankan disebabkan oleh permintaan yang melambat akibat daya beli masyarakat yang lemah.
- Dana SAL pemerintah sebesar Rp 271 triliun justru menambah likuiditas perbankan, bukan menjadi masalah utama.
- Ketidakpastian ekonomi global dan sikap *wait and see* pelaku usaha turut menghambat ekspansi kredit perbankan nasional.
Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga menekankan bahwa penyaluran kredit lesu karena pasar masih bersikap wait and see alias enggan berekspansi.
“Berhentilah wait and see. Kalau kita terus-terusan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” tegas Perry di Jakarta, Rabu.
Perry berpesan fondasi ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 dan 2027 sudah cukup kokoh untuk dijadikan pijakan ekspansi. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 akan berada di rentang 4,9–5,7% dengan titik tengah 5,3%. Angka ini diharapkan terus menanjak pada 2027 hingga menyentuh angka 5,5%.
Menjawab isu penyaluran kredit, BI justru mendorong perbankan untuk mencapai target pertumbuhan kredit yang cukup agresif, yakni 8–12 persen pada 2026 dan meningkat hingga 13 persen pada 2027. Dari sisi otoritas moneter, BI berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar dunia usaha memiliki kepastian dalam perencanaan anggaran.
“BI berkomitmen, we will do our best untuk merumuskan dan melaksanakan bauran kebijakan BI guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Perry.
Berita Terkait
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?
-
Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah
-
Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono
-
Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua