- IHSG resmi mengalami trading halt setelah anjlok hingga 8% ke level 8.261 pada Rabu siang (28/1/2026).
- Trading halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham di bursa.
- Berdasarkan regulasi, trading halt dipicu oleh penurunan tajam indeks.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mengalami trading halt setelah anjlok hingga 8% ke level 8.261 pada Rabu siang (28/1/2026). Angka ini merupakan koreksi tajam mengingat IHSG baru saja merayakan rekor tertingginya di level 9.000.
Lantas, apa sebenarnya "rem darurat" ini dan mengapa otoritas harus menghentikan detak jantung pasar secara paksa?
Secara sederhana, trading halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham di bursa. Bayangkan sebuah jalan tol di mana kendaraan mulai hilang kendali dan saling bertabrakan karena kepanikan; trading halt adalah tindakan menutup gerbang tol untuk mencegah kecelakaan yang lebih fatal.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), prosedur ini bukan dilakukan tanpa alasan. Berdasarkan regulasi, trading halt dipicu oleh penurunan tajam indeks:
- Penurunan 8%: Perdagangan dihentikan selama 30 menit.
- Penurunan 15%: Perdagangan kembali dihentikan selama 30 menit.
- Penurunan >15%: Perdagangan bisa dihentikan hingga akhir sesi atau seharian penuh.
Tujuan utamanya bukan untuk menghambat keuntungan investor, melainkan memberikan "cooling down period". Waktu jeda ini memberi kesempatan bagi pelaku pasar untuk berpikir jernih, mencerna informasi, dan mencegah keputusan irasional yang didorong oleh kepanikan (panic selling).
Pihak yang memiliki wewenang penuh untuk menekan tombol jeda ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berkoordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan investor dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Pemicu utamanya adalah sentimen negatif dari global. Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) secara mengejutkan membekukan perlakuan indeks bagi saham-saham Indonesia. Alasannya cukup krusial: adanya keraguan atas transparansi free float (saham yang beredar di publik) dan aksesibilitas pasar.
Keputusan MSCI ini bak petir di siang bolong. Karena banyak dana investasi asing (manajer investasi) menggunakan MSCI sebagai acuan, pembekuan ini memicu aliran modal keluar secara masif. Sejak Sesi I, tekanan jual sudah terasa dengan pelemahan 7,58%, hingga akhirnya menyentuh ambang batas 8% yang memaksa bursa melakukan langkah ekstrem.
Trading halt adalah mekanisme pertahanan diri pasar modal. Meski terlihat menakutkan, langkah ini memastikan bahwa pasar tidak terjun ke jurang tanpa kendali. Bagi investor, momen ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi portofolio daripada ikut terjebak dalam arus kepanikan.
Baca Juga: IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?