- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 659 poin atau 7,34% ke level 8.321 pada sesi I, Rabu, 28 Januari 2026.
- Pelemahan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur (10,19%), energi (9,68%), dan material dasar (7,80%) karena kebijakan MSCI.
- Perdagangan Sesi I mencatat transaksi 40,69 miliar saham senilai Rp 30 triliun dengan mayoritas saham mengalami penurunan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih meroso tajam pada sesi I, perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.
Hingga penutupan sesi I, IHSG anjlok 659 poin atau melemah 7,34 persen ke level 8.321.
Pelemahan IHSG terjadi hampir di seluruh sektor saham. Tiga sektor mencatat koreksi paling dalam, yakni sektor infrastruktur yang tertekan 10,19 persen, disusul sektor energi turun 9,68 persen, serta sektor basic material melemah 7,80 persen.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menilai, anjloknya IHSG secara intraday ini sejalan dengan respons negatif pelaku pasar terhadap kebijakan MSCI yang membekukan sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia.
Kebijakan tersebut mencakup penahanan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) serta penundaan penambahan dan kenaikan bobot saham Indonesia ke dalam indeks MSCI.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG membentuk gap down yang diikuti dengan penembusan (breakdown) support dinamis pada MA 5, MA 20, dan MA 200. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 8.310–8.350 pada sesi kedua perdagangan hari ini.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan di Sesi I ini, sebanyak 40,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 30,00 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,71 juta kali.
Baca Juga: IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 32 saham bergerak naik, sedangkan 800 saham mengalami penurunan, dan 126 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, STAR, DFAM, WAPO, KAQI, AGAR, BOGA, NICK, BALI, PORT, PDES, DMND.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AIMS, ARGO, BUVA, DSSA, IMPC, LAJU, RAJA, COIN, OASA, ENRG, DAAZ.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
-
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
-
Proyek Geothermal Kamojang Digenjot, Rampung 2 Bulan Lebih Cepat
-
Emas Antam Diproyeksi Turun, Cek Ramalan Harganya untuk Pekan Depan
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu