- IHSG anjlok hingga 8 persen menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara pada Rabu, 28 Januari 2026.
- Penurunan signifikan terjadi pada saham sektor pertambangan, seperti BRMS, NICL, dan AMMN yang mengalami kerugian besar.
- Penghentian perdagangan oleh BEI dilakukan untuk menjaga pasar saham tetap teratur, wajar, dan efisien setelah penurunan indeks.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kebakaran jenggot setelah, adanya perubahan syarat dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan IHSG setelah nilainya longsor hingga 8 persen.
Saham-saham yang merosot salah satunya di sektor pertambangan. Hampir semua emiten di sektor pertambangan memerah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Stokbit, hingga pukul 15.13 WIB, saham-saham emiten pertambangan yang masuk dalam sektor industri dasar atau basic industry sudah anjlok 7,70 persen.
Salah satu emiten tambang yang harganya terjungkal yaitu, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang telah turun 14,67 persen atau 190 poin menjadi Rp 1.105 per lembar saham.
Kemudian ada emiten tambang nikel PT PAM Mineral Tbk. (NICL) yang juga merosot 215 poin menjadi Rp 1.235 per lembar atau 14,83 persen.
Selanjutnya, emiten tambang mineral, PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) yang tak luput dari penurunan harga sama di level Rp 6.850 per lembar saham atau anjlok 12,18 persen.
Begitu juga, tambang emas milik BUMN yaitu PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang mana investor pada menjual sahamnya hingga turun 4.12 persen ke level Rp 4.420 per lembar saham.
Namun, di tengah keriuhan anjloknya saham emiten tambang, terdapat saham PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (EMAS) yang justru tahan banting dengan mengalami kenaikan 1,43 persen ke level Rp 7.100 per lembar saham.
Baca Juga: Apa Itu Trading Halt Saat IHSG Anjlok 8 Persen, Siapa yang Melakukannya?
Sempat Trading Halt
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan perdagangan sementara selama 30 menit atau trading halt karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Adapun, IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen pada pukul 13:43 WIB.
Adapun, IHSG terjun bebas atau tersungkur 718,441 poin atau anjlok 8 persen ke level 8.261,78 pada perdagangan Rabu (28/1).
"Hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia," tulis keterangan BEI di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
BEI memastikan tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen.
BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui