- Pada Rabu 28 Januari 2026, harga Brent turun tipis, sedangkan WTI AS naik karena gangguan pasokan akibat badai musim dingin.
- Badai hebat AS melumpuhkan energi, menyebabkan produksi minyak nasional turun 15 persen serta menghentikan ekspor wilayah Teluk Minggu lalu.
- Kekhawatiran pasokan didukung ketegangan Timur Tengah; OPEC+ diprediksi mempertahankan produksi minyak tidak naik pada Maret mendatang.
Suara.com - Harga minyak bergerak variatif pada Rabu 28 Januari 2026. Brent mengalami sedikit penurunan, sementara minyak mentah AS (WTI) justru merangkak naik.
Gejolak harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasokan setelah badai musim dingin mengganggu produksi minyak mentah dan menghentikan aktivitas ekspor di kawasan Teluk (Gulf Coast) akhir pekan lalu.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 6 sen, atau 0,1 persen menjadi 67,51 dolar AS per barel pada pukul 01.22 GMT (08.22 WIB).
Namun sebaliknya, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen, atau 0,1 persen, menjadi 62,43 dolar AS per barel. Kedua indeks acuan tersebut melonjak sekitar 3 persen pada hari Selasa.
Badai hebat yang menerjang Amerika Serikat dilaporkan telah melumpuhkan sektor energi, menyebabkan produksi minyak nasional anjlok sekitar 15 persen atau setara 2 juta barel per hari.
Kerusakan pada infrastruktur energi dan jaringan listrik tersebut bahkan menghentikan total seluruh aktivitas ekspor minyak mentah maupun LNG dari wilayah pantai Teluk AS pada hari Minggu lalu.
"Dampak gelombang dingin di AS dan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Kazakhstan mendukung harga, tetapi begitu kekhawatiran pasokan mereda, tekanan jual kemungkinan akan kembali," kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities.
Menurutnya, harga minyak WTI diprediksi akan stabil di angka 60 dolar AS per barel. Hal ini disebabkan oleh adanya keseimbangan antara perkiraan kelebihan stok global tahun ini dengan risiko konflik geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu, pemulihan operasional di ladang minyak Tengiz, Kazakhstan, diperkirakan berjalan lamban pascainsiden kebakaran dan gangguan listrik; produksi normal diprediksi belum akan mencapai 50 persen hingga awal Februari mendatang.
Baca Juga: Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan
Terminal Laut Hitam milik CPC kini telah beroperasi normal kembali dengan kapasitas penuh setelah proses perbaikan fasilitas tambat selesai dilakukan.
Namun demikian, ketegangan di Timur Tengah memanas seiring tibanya kapal induk AS di kawasan tersebut.
Kehadiran militer ini memberikan ruang bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan pertahanan atau memulai aksi militer terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan global.
Aliansi OPEC+ dilaporkan akan mempertahankan kebijakan untuk tidak menaikkan produksi minyak pada bulan Maret mendatang. Keputusan ini rencananya akan diresmikan dalam pertemuan awal Februari.
Terdapat perbedaan data mengenai cadangan energi Amerika Serikat. Survei Reuters memprediksi adanya kenaikan stok minyak dan bensin, namun data terbaru dari American Petroleum Institute justru menunjukkan hasil sebaliknya; stok minyak mentah dan bensin mengalami penurunan, sementara produk sulingan justru meningkat.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Setelah AS Batal Serang Iran
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Aston Villa Jalal Stadion GBK, Alejandro Garnacho Cs Latihan di Bawah Terik Matahari
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!
-
Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan
-
Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026
-
Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo
-
Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah
-
Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan
-
5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor