Bisnis / Makro
Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi harga minyak. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menetapkan ICP Desember 2025 sebesar $61,10 per barel, turun $1,73 dari bulan sebelumnya.
  • Penurunan harga dipicu kekhawatiran kelebihan pasokan global akibat produksi tinggi AS, OPEC+, dan Rusia.
  • Faktor lain penurunan ICP adalah potensi meredanya risiko geopolitik Rusia-Ukraina pasca negosiasi NATO.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,73 dolar AS per barel dari ICP November 2025 yang tercatat seharga 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan harga ICP Desember 2025 ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 tanggal 9 Januari 2025.

Penurunan ICP Desember 2025 dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi super glut atau kelebihan pasokan minyak global.

Hal ini didorong oleh tingginya produksi AS, peningkatan output OPEC+, serta proyeksi IEA bahwa surplus tahun 2026 akan mencapai 3,7–4 juta barel per hari (bph), melampaui level stok saat pandemi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, menyebut risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pascapenawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina, menjadi faktor lain yang menyebabkan penurunan ICP.

Kementerian ESDM. [suara.com]

Selain itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi peningkatan produksi minyak tahun 2025 naik, menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.

"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," jelas Laode di Jakarta yang dikutip, Jumat (16/1/2026).

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC telah merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara Non-OPEC+ tahun 2025 ke angka 0,95 juta bph pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph.

Baca Juga: Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi

Sebaliknya, S&P Global merevisi pertumbuhan permintaan tahun 2025 sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph.

Untuk kawasan Asia Pasifik, selain sejumlah faktor tersebut turut dipengaruhi crude throughput Cina yang turun sebesar 0,9 persen mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 sebagai berikut:

  1. Dated Brent turun sebesar 0,95 dolar AS/barel dari 63,65 dolar AS/barel menjadi 62,70 dolar AS/barel.
  2. WTI (Nymex) turun sebesar 1,61 dolar AS/barel dari 59,48 dolar AS/barel menjadi 57,87 dolar AS/barel.
  3. Brent (ICE) turun sebesar 2,02 dolar AS/barel dari 63,66 dolar AS/barel menjadi 61,64 dolar AS/barel.
  4. Basket OPEC turun sebesar 2,61 dolar AS/barel dari 64,46 dolar AS/barel menjadi 61,85 dolar AS/barel.
  5. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar 1,73 dolar AS/barel dari 62,83 dolar AS/barel menjadi 61,10 dolar AS/barel.

Load More