- Rupiah ditutup menguat 0,27 persen ke Rp 16.722 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.
- Penguatan rupiah didukung oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat yang meluas secara signifikan.
- Prospek penguatan rupiah ke depan diramal sulit akibat kekhawatiran defisit anggaran dan sentimen domestik.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih konsisten menghijau hingga akhir perdagangan, Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,27 persen ke level Rp 16.722 per dolar AS.
Sedangkan, berdasarkan data kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.723 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,94 persen. Disusul, won Korea Selatan melesat 0,8 persen.
Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang ditutup menanjak 0,58 persen dan peso Filipina ditutup terapresiasi 0,57 persen. Lalu, yuan China yang terkerek 0,13 persen.
Berikutnya, dolar Singapura yang naik 0,07 perssn dan dolar Singapura yang menguat tipis 0,03 persen di sore ini.
Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26 persen.
Kemudian, nilai tukar baht Thailand yang turun 0,21 persen dan dolar Hongkong yang melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah karena indeks dolar AS sedang turun ke level terendah.
"Rupiah menguat didukung oleh perlemahan dolar AS yang meluas dan tajam oleh sell America trade," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730
Namun, rupiah masih diramal sulit kembali melanjutkan penguatan. Pasalnya dikarenakan permasalahan domestik seperti kekuatiran defisit anggaran, independensi BI dan terakhir sentimen risk off yang sangat besar di equitas domestik bisa berbalik menekan rupiah.
"Namun untuk besok akan tergantung pada hasil FOMC malam ini untuk panduan prospek suku bunga the Fed kedepannya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular