- Rupiah menguat 0,23% pada Rabu (28/1/2026), dibuka di pasar pada Rp16.730 per dolar AS.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global dan level terendah indeks dolar AS dalam hampir empat tahun.
- Investor masih menanti keputusan FOMC The Fed, membatasi potensi penguatan rupiah lebih lanjut hari ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menghijau hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (28/1/2026) dibuka Rp16.730 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat mata uang garuda terus masuk di zona hijau. Alhasil, rupiah menguat 0,23 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp16.768 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.801 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi.
Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan melesat 0,49 persen, dan won Korea Selatan menanjak 0,36 persen. Diikuti, peso Filipina yang terkerek 0,35 persen.
Kemudian yuan China terlihat menguat tipis 0,08 persen terhadap the greenback di pagi ini. Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52 persen.
Berikutnya, ada baht Thailand terkoreksi 0,06 persen dan dolar Singapura yang turun 0,03 persen. Disusul, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006 persen.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. Apalagi, indeks dolar AS mengalami level terendah.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah cukup tajam. Indeks dolar AS mencapai level terendah dalam hampir 4 tahun di tengah "sell America" trade yang berkelanjutan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia mengatakan, penguatan bisa bertahan hingga sore. Namun, tidak akan melanjutkan penguatan lebih besar dikarenakan investor masih menunggu keputusan The Fed.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
"Investor juga masih wait and see FOMC meeting malam ini.Range 16650-16800," tandasnya.
Berita Terkait
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Terus Ambles ke Level Rp16.987
-
OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular