Bisnis / Keuangan
Rabu, 28 Januari 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,23% pada Rabu (28/1/2026), dibuka di pasar pada Rp16.730 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu sentimen global dan level terendah indeks dolar AS dalam hampir empat tahun.
  • Investor masih menanti keputusan FOMC The Fed, membatasi potensi penguatan rupiah lebih lanjut hari ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menghijau hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (28/1/2026) dibuka Rp16.730 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan ini membuat mata uang garuda terus masuk di zona hijau. Alhasil, rupiah menguat 0,23 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp16.768 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.801 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi.

Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan melesat 0,49 persen, dan won Korea Selatan menanjak 0,36 persen. Diikuti, peso Filipina yang terkerek 0,35 persen.

Kemudian yuan China terlihat menguat tipis 0,08 persen terhadap the greenback di pagi ini. Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52 persen.

Berikutnya, ada baht Thailand terkoreksi 0,06 persen dan dolar Singapura yang turun 0,03 persen. Disusul, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006 persen.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. Apalagi, indeks dolar AS mengalami level terendah.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah cukup tajam. Indeks dolar AS mencapai level terendah dalam hampir 4 tahun di tengah "sell America" trade yang berkelanjutan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, penguatan bisa bertahan hingga sore. Namun, tidak akan melanjutkan penguatan lebih besar dikarenakan investor masih menunggu keputusan The Fed.

Baca Juga: Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi

"Investor juga masih wait and see FOMC meeting malam ini.Range 16650-16800," tandasnya.

Load More