- Kemenperin terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi.
- Menperin Agus Gumiwang menilai industri baja memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
- Kemenperin mencatat, dalam lima tahun terakhir produksi baja nasional melonjak hampir 98,5 persen dibandingkan 2019 yang masih berada di level 8,5 juta ton.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama atau ground breaking fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 milik PT Tata Metal Lestari di Purwakarta, Jawa Barat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri baja memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, khususnya sebagai penopang sektor-sektor turunan.
“Industri baja nasional memiliki peran strategis dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, serta penguatan industri turunan seperti permesinan, otomotif, galangan kapal, dan sektor energi,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Kemenperin mencatat, dalam lima tahun terakhir produksi baja nasional melonjak hampir 98,5 persen dibandingkan 2019 yang masih berada di level 8,5 juta ton. Agus menilai capaian tersebut mencerminkan kapasitas industri baja nasional yang terus tumbuh dan kian kompetitif.
“Ini mencerminkan kapasitas industri baja nasional yang terus tumbuh dan semakin kompetitif,” ungkap Agus.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Kemenperin terus mengoptimalkan berbagai kebijakan strategis.
Langkah tersebut meliputi penerapan tindakan pengamanan perdagangan (trade remedies), pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), pengutamaan penggunaan produk dalam negeri, insentif fiskal, serta penerapan prinsip industri hijau.
“Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan utilisasi industri baja nasional secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk baja dalam negeri di pasar domestik maupun ekspor,” tutur Agus.
Ia menyebut pembangunan fasilitas CGL 2 dinilai sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan kemandirian industri dan hilirisasi.
Baca Juga: Rahasia Gelap di Balik Kenyalnya Siomay Berbahan Ikan Sapu-Sapu, Seberapa Berbahaya?
Direktur Industri Logam Kemenperin Dodiet Prasetyo menyebut proyek ini berpotensi memberi kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mewakili Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam acara tersebut.
“Kami berharap fasilitas ini dapat beroperasi optimal, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri dalam negeri,” ujar Dodiet.
Ia menambahkan, pembangunan CGL 2 diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja dari hulu hingga hilir.
“Melalui proyek ini tentu akan meningkatkan daya saing nasional, menciptakan job creation, dan juga pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Dodiet.
Pada kesempatan yang sama, VP of Operations PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi menyampaikan pembangunan CGL 2 menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperkuat industri antara atau midstream baja nasional.
“Industri antara memiliki peran krusial sebagai penghubung antara industri hulu dan hilir. Tanpa sektor ini yang kuat, rantai pasok akan rapuh dan ketergantungan impor terus tinggi,” ungkap Stephanus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?
-
Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply
-
IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok
-
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah