- BEI melakukan sinkronisasi data investor dengan KSEI untuk memperinci sembilan kategori yang sudah ada menjadi sub-kategori lebih spesifik.
- BEI berkoordinasi intensif dengan KSEI untuk mendetailkan profil investor, ditargetkan publikasi data sebelum Mei 2026.
- Direktur Utama BEI mengklarifikasi kendala metodologi dari MSCI, bukan ketidaksiapan, dalam penyediaan data *free float* emiten.
Suara.com - Menyikapi langkah tegas Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan proses rebalancing indeks saham Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat untuk melakukan sinkronisasi data.
Otoritas bursa berencana untuk melakukan pendetailan lebih mendalam terhadap profil investor yang terdaftar, baik di sistem BEI maupun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Hingga saat ini, KSEI sebenarnya telah mengklasifikasikan data ke dalam sembilan kategori investor, termasuk manajer investasi dan korporasi, serta memisahkan asal investor berdasarkan domisili domestik dan mancanegara.
Namun, standar tersebut dinilai masih perlu diperinci untuk memenuhi ekspektasi pasar global.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan KSEI untuk memecah sembilan kategori yang sudah ada menjadi sub-kategori yang lebih spesifik. Penambahan jenis golongan investor ini sedang dalam tahap perumusan teknis.
"Ke depan, ini yang sedang kami upayakan bersama dengan KSEI adalah dari sembilan jenis investor itu, kami berharap bahwa akan bisa turun lebih detail. Nanti penggolongan investornya ini yang teman-teman KSEI lagi merumuskan, kami akan tambah berapa jenis investor lagi di bawahnya," ujar Irvan pada Rabu (28/1/2026), seperti yang dikutip dari Antara.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BEI juga telah membuka ruang diskusi dengan penyedia indeks internasional lainnya, seperti Financial Times Stock Exchange (FTSE).
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih tajam mengenai struktur pemegang saham emiten di tanah air.
Irvan menargetkan agar informasi mendetail dari KSEI tersebut sudah dapat dipublikasikan ke publik melalui Bursa sebelum memasuki bulan Mei 2026.
Baca Juga: MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Kendala Metodologi dan Klarifikasi Manajemen BEI
Di lokasi yang sama, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, memberikan klarifikasi terkait tudingan ketidaksiapan bursa. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak MSCI sebenarnya telah terjalin sejak Desember 2025.
Hanya saja, dalam proses tersebut, BEI menghadapi kendala karena tidak mendapatkan spesifikasi data investor yang diminta secara gamblang oleh MSCI.
Meskipun BEI telah berupaya menyajikan data free float emiten sejak akhir tahun lalu, informasi yang kurang mendetail dari pihak MSCI membuat data yang disediakan belum sepenuhnya selaras dengan keinginan mereka.
"Bukan kita tidak melakukan sesuatu, tapi belum sesuai metodologi yang mereka terapkan. Dan ini yang kita coba lakukan karena MSCI tidak spesifik bilang ABCD," ungkap Iman.
Kendati menghadapi tantangan metodologi, Iman menjamin bahwa BEI akan terus menyempurnakan data free float dengan tetap berpegang pada koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Tekanan Global hingga AI Warnai 2026, MCorp Buka Ruang Dialog Strategis Lintas Industri
-
Pos Indonesia Gandeng Emiten WIFI Bantu Distribusi Internet Rakyat
-
IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
Jembatan Energi Jawa Hampir Tersambung: Proyek Cisem II Rampung Maret 2026
-
Nuklir Jadi Prioritas Pemerintah, Bahlil Lahadalia Pimpin Dewan Energi Nasional
-
Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional