- PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) resmi dibentuk pada 25 November 2025, dikelola oleh BPI Danantara.
- BPI Danantara menyuntikkan modal awal Rp 11 miliar ke Perminas yang fokus bisnisnya pertambangan mineral.
- Jajaran direksi utama dipimpin Gilarsi Wahju Setijono, sementara Rauf Purnama menjabat sebagai Komisaris Utama.
Suara.com - PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas telah resmi dibentuk pada 25 November 2025 lalu. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara yanh dikelola langsung oleh BPI Danantara.
Melansir data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum, jajaran komisaris dan direksi Perminas diisi oleh sosok kondang.
Misalnya saja, ada nama Gilarsi Wahju Setijono yang mengisi posisi Direktur Utama Perminas. Dirinnya saat ini masih menjadi Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), perusahaan bus listrik milik Grup Bakrie.
Selanjutnya, ada nama La Ode Tarfin menduduki posisi direksi, yang merupakan dulunya sebagai inspektur di Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM.
Kemudian, ada nama Oktaria Masniari Manurung dan Hartian Surya Widhanto yang menjabat sebagai direksi. Hartian Surya Widhanto diketahui sebagai auditor di lembaga Centria.
Dari jajaran komisaris, ada sosok Rauf Purnama yang menduduki Komisaris Utama. Rauf sempat menjadi komisaris utama perusahaan tambang emas BUMN PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).
Lalu, ada nama Dadang Arif Abdurahman dan Ridho K Wattineman yang duduk manis di kursi komisaris. Sementara, komisaris indenpenden diisi oleh Noor Mustaqim dan Anton Pripambudi.
Berikut susunan lengkap jajaran komisaris dan direksi Perminas
Komisaris
Baca Juga: Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian
Komisaris Utama: Rauf Purnama
Komisaris: Dadang Arif Abdurahman
Komisaris: Ridho K Wattineman
Komisaris Independen: Noor Mustaqim
Komisaris Independen: Anton Pripambudi
Direksi
Direktur Utama: Gilarsi Wahju Setijono
Direktur: La Ode Tarfin
Direktur: Oktaria Masniari Manurung
Direktur: Hartian Surya Widhanto
Untuk diketahui, Melansir data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum, Perminas ternyata telah dibentuk sejak 25 November 2025, di mana BPI Danantara menyuntik dana Rp 11 miliar sebagai modal awal.
Pembentukan Perminas membutuhkan dana Rp 44 miliar sebagai modal awal, dengan jumlah saham terdiri dari seri A Rp 1 juta dan 43.999 lembar saham seri B.
Dengan penyuntikan dana itu, maka BPI Danantara menggenggam Rp 10.999 lembar saham seri B. Sedangkan, saham seri A masih dipegang oleh Pemerintah Indonesia,
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun