- Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengarahkan BUMN mendukung tiga fokus pemerintah: pangan, energi, dan SDM.
- PGN akan fokus pada pengembangan jaringan gas rumah tangga di Batam sebagai langkah mengurangi impor dan subsidi LPG.
- Pengembangan Dimetil Eter (DME) untuk mengganti impor LPG akan segera dilakukan dengan groundbreaking akhir Januari/awal Februari 2026.
Suara.com - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan BUMN akan diarahkan untuk mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program-program strategis.
Tiga fokus utama tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia
"BUMN akan mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis. Di sektor energi seperti PGN akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi," ujar Dony Oskaria saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dony menambahkan, untuk meningkatkan ketahanan energi, khususnya dalam mengurangi impor dan subsidi LPG, PGN akan didorong untuk terus mengembangkan program jaringan gas rumah tangga. Sebagai langkah awal, pembangunan gas kota akan dilakukan di Batam dan akan berlanjut.
“Trial pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke 4 kota lainnya,” ujarnya.
Pembangunan dan perluasan jaringan gas rumah tangga selama ini terus dilakukan oleh PGN di berbagai kota/kabupaten. Sampai tahun 2025 lebih dari 821 ribu rumah tangga di 18 provinsi dan 74 kota/ kabupaten. PGN juga membangun dan mengelola jaringan pipa transmisi serta pipa distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 km, dimana ±19.700 km merupakan pipa jargas.
Dony menyampaikan, selain perluasan gas rumah tangga, Danantara juga akan mulai mengembangkan Dimetil Eter (DME) untuk menggantikan ketergantungan rumah tangga Indonesia terhadap LPG yang sebagian besar harus diimpor.
“Kami sudah menyiapkan program DME untuk menggantikan LPG yang sebagian besar impor. Groundbreaking proyek DME segera dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari 2026 ini,” tambah Dony.
Kementerian ESDM memperkirakan total konsumsi LPG pada 2026 kurang lebih sekitar 10 juta metrik ton (MT). Sementara, kapasitas produksi nasional di angka 1,3–1,4 juta MT per tahun. Kesenjangan antara kebutuhan nasional dan kapasitas produksi tersebut, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyebabkan Indonesia mengalami defisit LPG sekitar 8,6 juta MT, yang akhirnya dipenuhi dengan impor.
Baca Juga: Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
Untuk memastikan ketahanan energi, dalam APBN 2026 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 402,4 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada subsidi dan kompensasi energi senilai Rp 381,3 triliun, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) Rp37,5 triliun.
Sejumlah BUMN diketahui telah menjalankan program awal pengembangan DME. Diantaranya adalah PT Bukit Asam (PTBA) untuk studi awal DME.
Selain itu, PTBA dan PGN juga mengembangkan kerja sama hilirisasi batu bara dalam bentuk Synthetic Natural Gas (SNG). Rencananya jika mampu berproduksi, gas hasil olahan batubara ini akan disalurkan ke pelanggan-pelanggan existing PGN.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon