- Satgas PRR prioritaskan pemulihan dampak parah di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.
- Fokus rehabilitasi mencakup hunian, sekolah, hingga infrastruktur pertanian warga.
- Satgas PRR pastikan rencana aksi berjalan nyata melalui inspeksi langsung di lapangan.
Suara.com - Sebagai salah satu kabupaten yang mengalami dampak yang luas dan parah, penanganan di Aceh Timur dan Aceh Utara mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).
Hal ini sangat wajar mengingat cakupan luasan terdampak dan juga rusaknya berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hunian, sekolah sampai sawah dan ladang milik penduduk.
Dalam keterangan persnya, Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh, Safrizal ZA menyampaikan bahwa rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan konsolidasi, harus selalu diimbangi dengan kerja-kerja dan inspeksi lapangan.
"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dibelakang meja, namun turun langsung sebagaimana hari ini (29/2/2026) kami mendampingi Kepala BNPB selaku Wakasatgasnas" ujar Safrizal.
Inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara sendiri menyasar kebeberapa titik, yakni:
1. Inspeksi Pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur;
2. Inspeksi Rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur;
3. Inspeksi Jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara;
4. Pemberian Bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara;
5. Inspeksi Pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara;
"Alhamdulillah huntara di Desa Pante Rambong Aceh Timur sudah rampung, secara simbolis Wakasatgasnas sudah menyerahkan kunci kepada masyarakat, bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah mencapai 60-70 %", sambung Safrizal.
Sementara itu dalam inspeksi jembatan di desa sawang yang hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan bailey sudah dimulai dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri. Jembatan ini sendiri menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, sekaligus menembus desa seberang yang sempat terisolir.
"Percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi kebutuhan mutlak di Desa Sawang agar segera tersambung, supaya akses terbuka termasuk mengatasi kesulitan anak-anak berangkat ke sekolah, paralel dengan akselerasi rencana teknis pembangunan jembatan permanen disebelahnya" imbuh Safrizal yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk
-
Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting