- Thomas Djiwandono mengakui tidak memiliki pengalaman moneter sebelum terpilih menjadi Dewan Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031.
- Ia menyatakan pengalaman fiskalnya selama 1,5 tahun sebagai Wamenkeu dapat melengkapi tugasnya di otoritas moneter BI.
- Komisi XI DPR RI telah memilih Thomas menggantikan Juda Agung, dan ia akan segera dilantik di Mahkamah Agung.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengakui kalau dirinya tak memiliki pengalaman di bidang moneter usai terpilih jadi Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.
Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu bercerita kalau polemik soal rekam jejak memang sudah ada sejak dirinya terpilih jadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.
"Sama saja waktu itu juga saya rekam jejak fiskal juga enggak (punya). Memang kalau dilihat dari rekam jejak, 'harus dari orang fiskal, harus dari orang moneter', ya saya enggak ada itu," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (30/1/2026).
Maka dari itu, ia meminta pihak yang berpolemik untuk melihat langsung pengalaman Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan selama 1,5 tahun belakangan.
"Cuma sekali lagi, rekam jejak saya selama 1,5 tahun di Kemenkeu, silakan dilihat. Bahwa saya tidak punya pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri," lanjut dia.
Thomas berpandangan kalau pengalaman fiskal sebagai Wamenkeu justru bisa melengkapi ketika dia berada di BI yang merupakan otoritas moneter. Menurutnya, jabatan Wamenkeu 1,5 tahun dirasa cukup dalam.
Adapun langkah pertama yang akan dilakukan Thomas usai resmi dilantik yakni bekerja sama dengan para petinggi lain, baik itu Dewan Gubernur BI, Gubernur BI, hingga organisasi secara keseluruhan.
"Sekali lagi poin saya, saya enggak melihat itu sebagai sesuatu kekurangan. Kalau itu saya merasa kurang, ya saya lebih baik enggak maju. Tapi saya merasa saya bisa," jelasnya.
Diketahui Komisi XI DPR RI resmi memilih Thomas Djiwandono untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI. Setelah penetapan di rapat paripurna, ia dijadwalkan bakal mengikuti pelantikan sebagai deputi gubernur secara resmi di Mahkamah Agung.
Baca Juga: Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
Berikut rekam jejak karier Thomas Djiwandono:
- Analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong (1996–1999)
- Konsultan di Castle Asia, Jakarta (1999–2000)
- Bergabung dengan PT Comexindo International (bagian dari Arsari Group) sejak 2004. Jabatannya mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, hingga CEO (2010–2024)
- Deputi CEO Arsari Group (2011–2024)
- Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014 (mengundurkan diri per 31 Desember 2025)
- Anggota Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan pada masa transisi pemerintahan 2024
- Wakil Menteri Keuangan RI (2024 – 2026)
Berita Terkait
-
Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
-
Fit and Proper Test DPR Disebut Cuma Formalitas, Formappi: Hanya Panggung Politik
-
Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See
-
Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
-
Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
-
Konflik AS-Iran Belum Mereda, Harga Bertahan di atas 100 Dolar AS
-
Kiat Hemat Menuju Kampung Halaman lewat Mudik Bareng Pertamina 2026
-
Tagihan Kartu Kredit Membengkak? Ini Cara 'Selamat' dari Beban Akhir Bulan dengan Cicilan BRING BRI
-
Dirut PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Nasional Andal Sepanjang Idulfitri 1447 H
-
Satu Tahun Danantara Indonesia, Presiden Minta Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
-
BRI Gelar Aksi Sosial Ramadan 1447 Hijriah, 8.500 Anak Yatim Terima Santunan Nasional
-
ADRO Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham, Boy Thohir Ungkap Rencananya
-
Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar
-
BSI Siapkan Rp45 Triliun Uang Tunai dan Layanan Digital Selama Libur Lebaran