Bisnis / Makro
Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:47 WIB
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Thomas Djiwandono mengakui tidak memiliki pengalaman moneter sebelum terpilih menjadi Dewan Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031.
  • Ia menyatakan pengalaman fiskalnya selama 1,5 tahun sebagai Wamenkeu dapat melengkapi tugasnya di otoritas moneter BI.
  • Komisi XI DPR RI telah memilih Thomas menggantikan Juda Agung, dan ia akan segera dilantik di Mahkamah Agung.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengakui kalau dirinya tak memiliki pengalaman di bidang moneter usai terpilih jadi Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu bercerita kalau polemik soal rekam jejak memang sudah ada sejak dirinya terpilih jadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.

"Sama saja waktu itu juga saya rekam jejak fiskal juga enggak (punya). Memang kalau dilihat dari rekam jejak, 'harus dari orang fiskal, harus dari orang moneter', ya saya enggak ada itu," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (30/1/2026).

Maka dari itu, ia meminta pihak yang berpolemik untuk melihat langsung pengalaman Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan selama 1,5 tahun belakangan.

"Cuma sekali lagi, rekam jejak saya selama 1,5 tahun di Kemenkeu, silakan dilihat. Bahwa saya tidak punya pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri," lanjut dia.

Thomas berpandangan kalau pengalaman fiskal sebagai Wamenkeu justru bisa melengkapi ketika dia berada di BI yang merupakan otoritas moneter. Menurutnya, jabatan Wamenkeu 1,5 tahun dirasa cukup dalam.

DPR RI resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Rapat Paripurna ke-12, Selasa (27/1/2026). (bidik layar video)

Adapun langkah pertama yang akan dilakukan Thomas usai resmi dilantik yakni bekerja sama dengan para petinggi lain, baik itu Dewan Gubernur BI, Gubernur BI, hingga organisasi secara keseluruhan.

"Sekali lagi poin saya, saya enggak melihat itu sebagai sesuatu kekurangan. Kalau itu saya merasa kurang, ya saya lebih baik enggak maju. Tapi saya merasa saya bisa," jelasnya.

Diketahui Komisi XI DPR RI resmi memilih Thomas Djiwandono untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI. Setelah penetapan di rapat paripurna, ia dijadwalkan bakal mengikuti pelantikan sebagai deputi gubernur secara resmi di Mahkamah Agung.

Baca Juga: Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa

Berikut rekam jejak karier Thomas Djiwandono:

  • Analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong (1996–1999)
  • Konsultan di Castle Asia, Jakarta (1999–2000)
  • Bergabung dengan PT Comexindo International (bagian dari Arsari Group) sejak 2004. Jabatannya mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, hingga CEO (2010–2024)
  • Deputi CEO Arsari Group (2011–2024)
  • Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014 (mengundurkan diri per 31 Desember 2025)
  • Anggota Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan pada masa transisi pemerintahan 2024
  • Wakil Menteri Keuangan RI (2024 – 2026)

Load More