- Keluarga Presiden RI, termasuk kakak Prabowo, mengunjungi SRMA 10 Margaguna pada Rabu, 28 Januari 2026.
- Soedradjad Djiwandono berbagi pengalaman karier mencakup Bappenas, Leknas, dan Gubernur Bank Sentral di hadapan siswa.
- Meskipun memiliki jabatan tinggi, Soedradjad menyatakan kebanggaan utama adalah profesinya sebagai seorang guru dan pendidik.
Suara.com - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta, kedatangan para kakak Presiden RI Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono Sigar bersama suaminya Soedradjad Djiwandono serta Maryani Lemaistre Djojohadikusumo Sigar.
Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Mensos Agus Jabo, ketiganya turut hadir dalam acara Pentas Seni siswa Sekolah Rakyat sekaligus meninjau fasilitas SRMA 10 Margaguna hingga makan bersama dengan para murid.
Sebagai perwakilan keluarga, Soedradjad sempat menyampaikan sambutan dihadapan para siswa dan orangtuanya.
Ipar Prabowo itu lantas berbagi kisah hidup dan perjalanan kariernya di hadapan para siswa.
Ia mengawali sambutannya dengan menyinggung kontribusi panjang selama bekerja untuk negara.
“Saya ingin menunjukkan bahwa saya orang sudah tua, umur saya sudah 87. Karena itu ya pengalaman banyak,” ujar Soedradjad di hadapan para siswa dan orang tua murid SRMA 10 Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia kemudian menceritakan rekam jejak kariernya yang beragam, mulai dari bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional (Leknas) yang berada di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hingga pernah menjabat sebagai asisten menteri dan menteri muda perdagangan.
Tak hanya itu, Soedradjad juga mengungkapkan dirinya pernah menduduki posisi strategis sebagai Gubernur Bank Sentral.
Namun, ia tak menutup-nutupi fakta bahwa dalam perjalanan karier tersebut ia pernah dipecat dari jabatan itu.
Baca Juga: Bisa Jadi Pintu Masuk Reshuffle, Kursi Kosong Wamenkeu Bikin Panas Dingin Menteri Lain
“Pernah jadi Gubernur Bank Central sampai juga pernah dipecat,” ujarnya.
Meski demikian, Soedradjad menegaskan bahwa jabatan tertinggi yang paling ia banggakan bukanlah posisi-posisi tersebut. Ia justru merasa profesi utamanya adalah sebagai seorang guru dan pendidik.
“Tetapi saya selalu merasa bangga kalau saya ini disebut profesi saya yang utama adalah seorang guru dan pendidik,” ucapnya.
Pernyataan itu ia sampaikan sebagai bentuk penghargaan kepada para tenaga pendidik di Sekolah Rakyat. Ia pun menyampaikan solidaritasnya kepada para guru dan kepala sekolah yang hadir dalam acara tersebut.
“Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak para guru dan ibu kepala sekolah, I’m with you. Saya juga merasa menjadi seorang guru dan pendidik,” pungkas Soedradjad.
Berita Terkait
-
Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
-
Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Bisa Jadi Pintu Masuk Reshuffle, Kursi Kosong Wamenkeu Bikin Panas Dingin Menteri Lain
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!