- Gubernur BI mendorong investor tidak menunda investasi karena fundamental ekonomi Indonesia tumbuh kuat dan optimis.
- BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 mencapai 4,7-5,5% dan menguat pada 2027.
- Kebijakan suku bunga BI tetap akomodatif, membuka peluang penurunan BI Rate guna dorong pertumbuhan ekonomi.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakaan, keyakinan bersama menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.
Untuk itu, dia meminta investor berhenti untuk wait and see. Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia masih tumbuh kuat.
“Berhentilah wait and see. Kalau kita terus wait and see, kita akan tertinggal kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita menjadi lebih baik,” ujar Perry dikutip dari akun Youtube BI, Kamis (29/1/2026).
Dia meramal perekonomian Indonesia pada 2026 hingga 2027 berpotensi tumbuh lebih kuat.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi setelah 2025 berada di kisaran 4,7–5,5 persen.
Pada tahun ini, pertumbuhan diproyeksikan meningkat ke rentang 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen.
"Dan kembali menguat pada 2027 di kisaran 5,1–5,9 persen dengan titik tengah 5,5 persen," katanya.
Sementara itu, dia membuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Hal ini seiring masih adanya ruang pelonggaran tersebut sejalan dengan kondisi inflasi inti yang tetap rendah serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Dari Wamenkeu ke BI, Ini Bocoran Tugas dan Peran Thomas Djiwandono
“Kami juga masih melihat ke depan ada ruang penurunan suku bunga lebih lanjut,” kata Perry.
Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun ke depan berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,2 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah rentang tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi inti.
“Karena inflasi inti kita rendah dan masih perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, maka kebijakan suku bunga diarahkan untuk mendukung hal tersebut,” jelas Perry.
Saat ini, sikap kebijakan moneter BI ke depan tetap bersifat akomodatif, tidak hanya melalui penurunan suku bunga, tetapi juga melalui ekspansi likuiditas.
Langkah tersebut antara lain ditempuh lewat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder serta pendalaman pasar uang untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter.
Berita Terkait
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
Penyaluran Kredit Meningkat, Uang Beredar Tumbuh Tinggi di Desember
-
IMF Ramal Ekonomi RI Hanya 5,1 Persen, BI Siapkan Strategi Ini
-
Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga