Bisnis / Keuangan
Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:29 WIB
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Baca 10 detik
  • IHSG menguat 1,18 persen mencapai 8.329 pada perdagangan sesi pertama Jumat, 30 Januari 2026 karena tekanan jual mereda.
  • Regulator merespons ultimatum MSCI dengan rencana penerapan free float minimum 15 persen bagi semua emiten BEI.
  • Pasar juga merespons positif pengunduran diri Direktur Utama BEI sebagai langkah menjaga stabilitas pasar modal nasional.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melaju di zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Jumat, 30 Januari 2026. IHSG tercatat naik 96 poin atau 1,18 persen ke level 8.329.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya melihat, penguatan IHSG seiring meredanya tekanan jual setelah volatilitas ekstrem yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Selain itu Meredanya tekanan jual dinilai tidak lepas dari respons cepat regulator dalam menyikapi ultimatum MSCI.

Pilarmas Sekuritas Investindo mencatat, regulator berencana menerapkan ketentuan free float minimum sebesar 15 persen bagi seluruh emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), baik emiten baru maupun yang sudah tercatat.

Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]

Dalam jangka pendek, kebijakan ini dinilai berpotensi menekan saham-saham dengan free float rendah karena adanya kebutuhan pelepasan saham ke publik, yang dapat meningkatkan volatilitas dan menekan harga, khususnya pada emiten berkapitalisasi kecil atau dengan kepemilikan pengendali yang dominan.

Namun demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, peningkatan free float dinilai berpotensi memperbaiki likuiditas pasar, mempersempit bid-ask spread, serta menciptakan pembentukan harga saham yang lebih mencerminkan mekanisme pasar yang sehat.

Di sisi lain, pasar juga merespons perkembangan terbaru terkait pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar, serta dinilai sebagai keputusan terbaik demi menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar modal nasional.

Pada perdagangan sesi pertama, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam di sesi I meliputi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT NCKL Tbk.

Baca Juga: Iman Rachman Mundur, Penggantinya Sedang Dalam Proses Persetujuan OJK

Untuk rekomendasi saham, Pilarmas Sekuritas Investindo merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan status buy, dengan kisaran support di level 1.210 dan resistance di 1.390.

Load More