Bisnis / Keuangan
Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:57 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau Dirut BEI Iman Rachman (tengah) mengumumkan pengunduran diri kepada wartawan di Media Center Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/01/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Heriyanto/sth/foc]
Baca 10 detik
  • Plt Dirut BEI akan segera ditunjuk menjalankan operasional harian setelah pengunduran diri Iman Rachman pada Jumat, 30 Januari 2026.
  • Pengisian jabatan Dirut definitif baru harus dilakukan paling lambat tiga bulan sesuai Peraturan OJK Nomor 58/POJK.04/2016.
  • Iman Rachman mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.

Suara.com - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Dirut BEI) akan segera ditunjuk untuk menjalankan operasional harian perusahaan setelah Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat pagi (30/1/2026).

Iman, dalam pengumuman pengunduran dirinya, mengatakan Plt akan menjabat sampai dirut defenitif baru ditunjuk.

"Nanti akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru," ujar Iman kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.

Sebagaimana Peraturan OJK Nomor 58/POJK.04/2016 Tentang Direksi dan Dewan Komisaris Pasal 23, di antaranya dalam hal terdapat jabatan anggota Direksi Bursa Efek yang lowong, maka jabatan anggota Direksi Bursa Efek tersebut wajib diisi dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan sejak jabatan anggota Direksi Bursa Efek dimaksud lowong.

Kemudian, dalam hal terjadi jabatan direktur utama Bursa Efek lowong, salah satu anggota Direksi Bursa Efek wajib ditunjuk berdasarkan keputusan Direksi Bursa Efek yang bertindak sebagai pejabat sementara untuk melaksanakan tugas dan wewenang direktur utama yang lowong tersebut sampai dengan diangkatnya pengganti, setelah mendapat persetujuan Dewan.

Adapun, penunjukan sementara direktur utama Bursa Efek atau pengalihan tugas dan wewenang anggota Direksi Bursa Efek wajib dilaporkan oleh Direksi Bursa Efek kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat dua hari setelah penunjukan atau pengalihan.

Sebelumnya diwartakan Iman mengumumkan mundur dari jabatan Dirut BEI pada Jumat pagi, sekitar 30 menit sebelum perdagangan dibuka. Iman mundur setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok para dalam dua hari terakhir.

"Sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama," katanya di Gedung BEI, Jakarta.

Dia pun mengatakan pengunduran diri ini keputusannya untuk memulihkan pasar modal. Apalagi, ini bentuk tanggung jawabnya setelah IHSG anjlok.

Baca Juga: Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok

"Semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," katanya.

Iman Rachman menjabat sebagai Dirut BEI sejak 2022. Lelaki lahir pada 31 Mei 1972 itu memulai karier sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas (1998-2003), kemudian Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003-2016), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016-2018), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (2018-2019), dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019-2020).

Jabatan terakhir Iman sebelum sebagai Direktur Utama BEI adalah sebagai Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) (2020-2022).

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada tahun 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada tahun 1997.

Load More