Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:57 WIB
Mahendra Siregar dalam webinar, Selasa (4/11/2025). [ YouTube Bank Indonesia]

Suara.com - Publik dikagetkan dengan keputusan Ketua OJK Mahendra Siregar, tidak lama setelah Dirut BEI mengundurkan diri imbas prahara MSCI di bursa saham Indonesia.

Sebelum dipercaya menakhodai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra telah mengukir perjalanan panjang melalui berbagai posisi krusial di pemerintahan dan kancah diplomasi global.

Ia resmi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK setelah melalui prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022.

Kehadirannya di puncak lembaga pengawas sektor jasa keuangan nasional ini bukanlah tanpa alasan. Mahendra membawa bekal pengalaman lebih dari satu dekade di titik-titik strategis yang menghubungkan ekonomi nasional dengan dinamika internasional.

Karier di Jalur Diplomasi dan Hubungan Bilateral

Sesaat sebelum memimpin OJK, Mahendra merupakan pilar penting di Kementerian Luar Negeri. Menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (2019–2022), ia menjadi ujung tombak dalam merumuskan diplomasi perdagangan serta memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara.

Keahlian diplomasinya juga terasah saat ia mengemban tugas sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada 2019.

Penugasan di Washington D.C. tersebut menempatkannya sebagai tokoh kunci dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam menarik arus investasi dan memperluas akses pasar Indonesia di Negeri Paman Sam.

Jauh sebelum memasuki dunia diplomasi murni, Mahendra sudah dikenal sebagai teknokrat yang handal di bidang ekonomi. Rekam jejaknya mencakup berbagai posisi wakil menteri dan kepala lembaga, di antaranya:

Baca Juga: Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?

  1. Kepala BKPM (2013–2014): Bertanggung jawab penuh dalam mengoordinasi kebijakan investasi, baik dari penanam modal domestik maupun asing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
  2. Wakil Menteri Keuangan (2011–2013): Terlibat langsung dalam perumusan kebijakan fiskal serta manajemen tata kelola keuangan negara yang akuntabel.
  3. Wakil Menteri Perdagangan (2009–2011): Berfokus pada upaya penguatan daya saing produk lokal di pasar global dan pengamanan akses perdagangan internasional.

Selain jabatan publik, Mahendra juga memperkaya perspektifnya melalui berbagai peran komisaris di sejumlah korporasi besar serta organisasi internasional.

Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance) yang sehat.

Mahendra merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Guna mempertajam kepakarannya, ia melanjutkan studi ke Australia dan berhasil meraih gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne, pada tahun 1991.

Kombinasi antara latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman lapangan di berbagai sektor—mulai dari perdagangan hingga keuangan negara—menjadikannya figur yang sangat kompeten saat dilantik memimpin OJK pada Juli 2022.

Kini, seiring berjalannya waktu, publik mulai memperhatikan jejak kepemimpinannya sembari menanti siapa yang kelak akan meneruskan tongkat estafet di lembaga pengawas jasa keuangan tersebut.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More