Suara.com - Publik dikagetkan dengan keputusan Ketua OJK Mahendra Siregar, tidak lama setelah Dirut BEI mengundurkan diri imbas prahara MSCI di bursa saham Indonesia.
Sebelum dipercaya menakhodai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra telah mengukir perjalanan panjang melalui berbagai posisi krusial di pemerintahan dan kancah diplomasi global.
Ia resmi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK setelah melalui prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022.
Kehadirannya di puncak lembaga pengawas sektor jasa keuangan nasional ini bukanlah tanpa alasan. Mahendra membawa bekal pengalaman lebih dari satu dekade di titik-titik strategis yang menghubungkan ekonomi nasional dengan dinamika internasional.
Karier di Jalur Diplomasi dan Hubungan Bilateral
Sesaat sebelum memimpin OJK, Mahendra merupakan pilar penting di Kementerian Luar Negeri. Menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (2019–2022), ia menjadi ujung tombak dalam merumuskan diplomasi perdagangan serta memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara.
Keahlian diplomasinya juga terasah saat ia mengemban tugas sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada 2019.
Penugasan di Washington D.C. tersebut menempatkannya sebagai tokoh kunci dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam menarik arus investasi dan memperluas akses pasar Indonesia di Negeri Paman Sam.
Jauh sebelum memasuki dunia diplomasi murni, Mahendra sudah dikenal sebagai teknokrat yang handal di bidang ekonomi. Rekam jejaknya mencakup berbagai posisi wakil menteri dan kepala lembaga, di antaranya:
Baca Juga: Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
- Kepala BKPM (2013–2014): Bertanggung jawab penuh dalam mengoordinasi kebijakan investasi, baik dari penanam modal domestik maupun asing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Wakil Menteri Keuangan (2011–2013): Terlibat langsung dalam perumusan kebijakan fiskal serta manajemen tata kelola keuangan negara yang akuntabel.
- Wakil Menteri Perdagangan (2009–2011): Berfokus pada upaya penguatan daya saing produk lokal di pasar global dan pengamanan akses perdagangan internasional.
Selain jabatan publik, Mahendra juga memperkaya perspektifnya melalui berbagai peran komisaris di sejumlah korporasi besar serta organisasi internasional.
Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance) yang sehat.
Mahendra merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Guna mempertajam kepakarannya, ia melanjutkan studi ke Australia dan berhasil meraih gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne, pada tahun 1991.
Kombinasi antara latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman lapangan di berbagai sektor—mulai dari perdagangan hingga keuangan negara—menjadikannya figur yang sangat kompeten saat dilantik memimpin OJK pada Juli 2022.
Kini, seiring berjalannya waktu, publik mulai memperhatikan jejak kepemimpinannya sembari menanti siapa yang kelak akan meneruskan tongkat estafet di lembaga pengawas jasa keuangan tersebut.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Melalui Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih
-
3 Pejabat OJK Tiba-tiba Mundur, Salah Satunya Mahendra Siregar
-
Demi Jaga Inflasi, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Jelang Ramadan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar di Bekasi Senilai Rp71 Triliun
-
BRI BFLP Specialist 2026: Strategi Human Capital Cetak Pemimpin Muda Perbankan
-
Pasar Mulai Tenang, IHSG Menggeliat 1,8%
-
Belum Puas Bea Cukai, Giliran Pegawai Pajak Kena 'Obrak-abrik' Purbaya Minggu Depan
-
Wamen ESDM Gandeng PPATK Usut Aliran Dana Tambang Ilegal Rp992 Triliun
-
OJK Sambut Keingingan Danantara untuk Jadi Pemegang Saham PT BEI