- Hans Kwee memprediksi IHSG akan pulih bertahap di Februari 2026, dengan rentang *support* 8.167–8.000 dan *resistance* 8.408–8.596.
- Otoritas pasar modal mengambil langkah reformasi, termasuk aturan *free float* baru dan transparansi kepemilikan saham, efektif 2026.
- Pasar merespons sinyal The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga hanya dua kali selama tahun 2026 ke depan.
Suara.com - Praktisi pasar modal sekaligus Ekonom Keuangan, Hans Kwee, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memasuki fase pemulihan bertahap pada pekan pertama Februari 2026.
Setelah mengalami gejolak hebat akibat pengumuman penangguhan rebalancing oleh MSCI, pasar kini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Hans memproyeksikan pergerakan indeks akan berada pada rentang support 8.167 hingga 8.000, sementara area resistance berada di level 8.408 sampai 8.596.
"Pasar saham diperkirakan akan bangkit secara perlahan dengan potensi penguatan yang masih terbatas untuk pekan ini," ungkap Hans saat memberikan keterangan pada Minggu.
Kepanikan pasar yang dipicu oleh kebijakan MSCI pekan lalu direspons cepat oleh otoritas pasar modal Indonesia. Langkah reformasi struktural diambil guna memulihkan kepercayaan investor global, yang meliputi beberapa poin krusial:
- Transparansi Kepemilikan: Peningkatan pengawasan terhadap kepemilikan saham di bawah 5 persen yang ditargetkan rampung pada Februari 2026.
- Aturan Free Float Baru: Penyesuaian ambang batas minimal saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen, berlaku bagi emiten lama maupun baru.
- Demutualisasi BEI: Percepatan regulasi terkait struktur organisasi bursa yang ditargetkan terbit pada kuartal I-2026.
Hans menilai kebijakan proaktif ini merupakan sinyal positif yang dapat meredam ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty). Meskipun aksi jual bersih (net sell) investor asing masih membayangi, tekanan jual terlihat mulai melandai pada penutupan perdagangan Jumat lalu.
Dari sisi eksternal, penunjukan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, oleh Presiden Donald Trump menjadi sorotan utama. Sosok Warsh dipandang pasar sebagai simbol independensi bank sentral AS, yang kemungkinan besar tidak akan melakukan pemotongan suku bunga secara agresif.
"Pasar menangkap sinyal bahwa tidak akan ada konsensus untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat secara drastis," jelas Hans, via Antara.
Ia memproyeksikan Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2026, dengan peluang pemotongan sebesar 25 basis poin pada Juni mendatang. Dampaknya, dolar AS mulai kembali menguat, sementara harga emas mengalami koreksi yang cukup dalam.
Baca Juga: Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
Faktor geopolitik tetap menjadi variabel risiko tinggi. Rencana aksi pemerintahan Trump terhadap Iran sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi yang mengerek harga minyak dunia.
Namun, kenaikan harga minyak cenderung tertahan seiring adanya peluang gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, serta terbukanya pintu dialog terkait program nuklir Iran.
Data Penutupan Bursa (Jumat, 30/1/2026): IHSG mengakhiri pekan lalu dengan penguatan signifikan sebesar 1,18 persen ke posisi 8.329,61.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat tinggi dengan nilai transaksi menembus Rp41,33 triliun. Sebanyak 551 saham mencatatkan kenaikan, menunjukkan optimisme mulai kembali merambah lantai bursa.
DISCLAIMER: Investasi di pasar modal memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Prediksi IHSG dari pengamat pasar modal merupakan bentuk analisis teknikal dan fundamental yang bersifat proyeksi, bukan jaminan keuntungan. Artikel ini merupakan rujukan berita bisnis dan bukan rekomendasi investasi. Setiap keputusan transaksi keuangan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor.
Berita Terkait
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan
-
Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora