Suara.com - Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah secara langsung kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri merealisasikan lebih dari 1.174 penyaluran program TJSL yang menjangkau 12 wilayah kerja di seluruh Indonesia. Penyaluran program tersebut mencerminkan skala dan konsistensi pelaksanaan TJSL Bank Mandiri dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Pelaksanaan TJSL Bank Mandiri dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks, sekaligus merespons dinamika global yang menuntut peran aktif sektor keuangan dalam mendorong keberlanjutan. Bank Mandiri memandang TJSL bukan semata sebagai kewajiban korporasi, melainkan sebagai fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, TJSL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan sebagai agen pembangunan. Program TJSL dijalankan dengan pendekatan sinergi yang terintegrasi, di mana kepentingan bisnis, kebutuhan masyarakat, dan agenda pembangunan nasional saling terhubung.
“Dengan pendekatan ini, program TJSL tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memperkuat keberlanjutan perusahaan,” ujar Riduan, dalam keterangan resminya, Selasa (3/2).
Dalam pelaksanaannya, program TJSL Bank Mandiri dikelompokkan ke dalam empat pilar, yaitu pilar sosial, pilar lingkungan, pilar ekonomi, serta pilar hukum dan tata kelola. Keempat pilar tersebut menjadi kerangka kerja pelaksanaan TJSL agar program berjalan secara terarah dan akuntabel.
Pilar sosial menjadi fokus terbesar dalam pelaksanaan TJSL Bank Mandiri sepanjang 2025, dengan realisasi anggaran mencapai Rp142,5 miliar. Melalui pilar ini, Bank Mandiri berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan, melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, penanganan kebencanaan, serta penguatan ketahanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri menyalurkan lebih dari 371.000 paket bantuan sosial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain itu, Bank Mandiri juga merealisasikan pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan di sejumlah titik, pengadaan ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan, serta bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana alam. Program percepatan penurunan stunting turut menjadi bagian dari fokus pilar sosial, sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Pada pilar lingkungan, Bank Mandiri merealisasikan anggaran sebesar Rp79,2 miliar untuk mendukung pelestarian lingkungan dan penyediaan infrastruktur dasar. Program pada pilar ini mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, penyediaan sanitasi, akses air bersih, serta penguatan fasilitas sosial dan keagamaan di berbagai daerah. Bank Mandiri juga mendukung pembangunan jalan umum dan saluran irigasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
Upaya di pilar lingkungan ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Dengan memperkuat infrastruktur dasar yang ramah lingkungan, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Melalui pilar ekonomi, Bank Mandiri mendorong akselerasi yang bertumbuh dengan memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Pada 2025, realisasi anggaran pilar ekonomi mencapai Rp28 miliar, yang difokuskan pada penguatan UMKM, peningkatan literasi dan kapasitas usaha, serta dukungan terhadap mobilitas masyarakat. Bank Mandiri menyelenggarakan ratusan pelatihan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha di berbagai daerah.
Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menghadirkan solusi ekonomi berbasis lingkungan, termasuk pengadaan sarana pendukung kebersihan perairan. Program rumah tidak layak huni turut dijalankan sebagai bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
“Melalui pilar ekonomi, kami berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. TJSL menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Riduan.
Sementara itu, pilar hukum dan tata kelola dijalankan untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam pelaksanaan TJSL. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar, Bank Mandiri memastikan pelaporan program TJSL dilakukan secara terbuka melalui sustainability report serta publikasi kegiatan yang akuntabel. Pendekatan tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.
Capaian TJSL Bank Mandiri sepanjang 2025 juga tercermin dari berbagai penghargaan nasional yang diraih. Pengakuan tersebut menjadi bukti atas konsistensi dan kualitas pelaksanaan program, sekaligus mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan.
Berita Terkait
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Melalui Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
Kemendagri Gandeng Lion Group Percepat Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz