Bisnis / Makro
Selasa, 03 Februari 2026 | 21:45 WIB
Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri merealisasikan lebih dari 1.174 penyaluran program TJSL yang menjangkau 12 wilayah kerja di seluruh Indonesia (Dok: Bank Mandiri)

Suara.com - Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah secara langsung kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri merealisasikan lebih dari 1.174 penyaluran program TJSL yang menjangkau 12 wilayah kerja di seluruh Indonesia. Penyaluran program tersebut mencerminkan skala dan konsistensi pelaksanaan TJSL Bank Mandiri dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Pelaksanaan TJSL Bank Mandiri dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks, sekaligus merespons dinamika global yang menuntut peran aktif sektor keuangan dalam mendorong keberlanjutan. Bank Mandiri memandang TJSL bukan semata sebagai kewajiban korporasi, melainkan sebagai fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, TJSL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan sebagai agen pembangunan. Program TJSL dijalankan dengan pendekatan sinergi yang terintegrasi, di mana kepentingan bisnis, kebutuhan masyarakat, dan agenda pembangunan nasional saling terhubung.

Pelaksanaan TJSL Bank Mandiri dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks, sekaligus merespons dinamika global yang menuntut peran aktif sektor keuangan dalam mendorong keberlanjutan (Dok: Bank Mandiri)

“Dengan pendekatan ini, program TJSL tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memperkuat keberlanjutan perusahaan,” ujar Riduan, dalam keterangan resminya, Selasa (3/2).

Dalam pelaksanaannya, program TJSL Bank Mandiri dikelompokkan ke dalam empat pilar, yaitu pilar sosial, pilar lingkungan, pilar ekonomi, serta pilar hukum dan tata kelola. Keempat pilar tersebut menjadi kerangka kerja pelaksanaan TJSL agar program berjalan secara terarah dan akuntabel.

Pilar sosial menjadi fokus terbesar dalam pelaksanaan TJSL Bank Mandiri sepanjang 2025, dengan realisasi anggaran mencapai Rp142,5 miliar. Melalui pilar ini, Bank Mandiri berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan, melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, penanganan kebencanaan, serta penguatan ketahanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri menyalurkan lebih dari 371.000 paket bantuan sosial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, Bank Mandiri juga merealisasikan pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan di sejumlah titik, pengadaan ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan, serta bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana alam. Program percepatan penurunan stunting turut menjadi bagian dari fokus pilar sosial, sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pada pilar lingkungan, Bank Mandiri merealisasikan anggaran sebesar Rp79,2 miliar untuk mendukung pelestarian lingkungan dan penyediaan infrastruktur dasar. Program pada pilar ini mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, penyediaan sanitasi, akses air bersih, serta penguatan fasilitas sosial dan keagamaan di berbagai daerah. Bank Mandiri juga mendukung pembangunan jalan umum dan saluran irigasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

Upaya di pilar lingkungan ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Dengan memperkuat infrastruktur dasar yang ramah lingkungan, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Melalui pilar ekonomi, Bank Mandiri mendorong akselerasi yang bertumbuh dengan memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Pada 2025, realisasi anggaran pilar ekonomi mencapai Rp28 miliar, yang difokuskan pada penguatan UMKM, peningkatan literasi dan kapasitas usaha, serta dukungan terhadap mobilitas masyarakat. Bank Mandiri menyelenggarakan ratusan pelatihan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha di berbagai daerah.

Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menghadirkan solusi ekonomi berbasis lingkungan, termasuk pengadaan sarana pendukung kebersihan perairan. Program rumah tidak layak huni turut dijalankan sebagai bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

“Melalui pilar ekonomi, kami berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. TJSL menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Riduan.

Sementara itu, pilar hukum dan tata kelola dijalankan untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam pelaksanaan TJSL. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar, Bank Mandiri memastikan pelaporan program TJSL dilakukan secara terbuka melalui sustainability report serta publikasi kegiatan yang akuntabel. Pendekatan tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.

Capaian TJSL Bank Mandiri sepanjang 2025 juga tercermin dari berbagai penghargaan nasional yang diraih. Pengakuan tersebut menjadi bukti atas konsistensi dan kualitas pelaksanaan program, sekaligus mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan.

Load More