Bisnis / Makro
Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:40 WIB
Ahli gizi menyiapkan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz]
Baca 10 detik
  • MBG kini menjadi sorotan utama dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia.
  • Meski memicu berbagai opini, MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa.
  • MBG tidak harus dihentikan, justru diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.

“Cuma kadang-kadang belum diekspos. Sayur ada 228 jenis. Jadi kita tidak akan kekurangan, Tidak akan ada orang yang mengeluh, waduh ini gara-gara MBG kami kehabisan wortel atau buncis. Tidak akan ada keluhan kalau kita memanfaatkan pangan lokal. Nah, ini yang harus di eksplore lebih jauh lagi,” pungkas dr. Rita.

Load More