Bisnis / Keuangan
Minggu, 08 Februari 2026 | 14:59 WIB
Ilustrasi menabung (freepik.com/frimufilms)
Baca 10 detik
  • Kakeibo pertama kali dikenalkan oleh jurnalis Hani Motoko tahun 1904 di Jepang.
  • Metode ini menekankan refleksi emosional dan penulisan tangan untuk meningkatkan kesadaran finansial sebelum belanja.
  • Praktik Kakeibo melibatkan empat pertanyaan kunci, klasifikasi pengeluaran, pencatatan real-time, serta evaluasi mingguan dan bulanan.

3. Evaluasi Mingguan dan Bulanan

Di akhir minggu, tinjau kembali catatan Anda. Apakah Anda lebih banyak menghabiskan uang di kategori Optional? Di akhir bulan, hitung selisih antara target tabungan dan realita yang terjadi.

4. Refleksi Akhir: Mencari "Pemicu" Belanja

Inilah bagian yang paling penting. Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah belanjaan ini benar-benar membuat saya bahagia?" atau "Apakah saya membeli ini karena sedang stres?".

Kakeibo mengajarkan kita untuk membedakan antara "kebutuhan" dan "keinginan" yang hanya bersifat pelampiasan emosi sesaat.

Manfaat Kakeibo untuk Gaya Hidup Modern

Meningkatkan Kesadaran Diri: Anda jadi tahu "kebocoran halus" dalam keuangan Anda, seperti biaya parkir atau biaya admin bank yang sering terabaikan.

Mengurangi Stres Finansial: Dengan target tabungan yang ditetapkan di awal, Anda memiliki jaring pengaman untuk masa depan.

Filosofi Minimalism: Kakeibo sejalan dengan prinsip Lagom atau Ikigai, di mana kita hanya menyimpan atau membeli barang yang benar-benar memberikan nilai dalam hidup.

Disiplin Tanpa Beban: Meski terlihat merepotkan, menulis catatan Kakeibo selama 5-10 menit sehari bisa menjadi aktivitas meditasi keuangan yang menenangkan.

Baca Juga: Bahaya Paylater dan Present Bias: Mengapa Kita Sulit Menabung Setelah Gajian?

Kakeibo bukan tentang hidup menderita atau sangat pelit hingga tidak bisa menikmati hidup.

Dengan cara menabung orang Jepang ini, Anda belajar untuk menghargai setiap lembar uang dan mengarahkannya pada hal-hal yang benar-benar bermakna. Siap mencoba Kakeibo bulan ini?

Load More