- PT BSI mencatatkan kinerja solid tahun 2025; pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% (YoY).
- Kinerja didukung optimalisasi dual license, termasuk sosialisasi Tabungan Haji yang signifikan meningkatkan DPK.
- BSI berhasil menyalurkan dana SAL Rp10 triliun dan bisnis emas menembus 1 juta nasabah ekosistem.
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri.
Adapun, posisi Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, naik 14,49 persen (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau 90 persen dari total outstanding pembiayaan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Senada, Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan.
BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank.
"Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10 persen.
"Dari sisi jumlah rekening Tabungan Haji telah mencapai di atas 6 juta. Selain itu terdapat penambahan jumlah nasabah prioritas sebesar 17,30 persen (YoY)," bebernya.
BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.
Baca Juga: Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional
License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.
Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02 persen ( YoY).
Begitu juga pendapat dari Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna, mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah.
Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll.
"Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Apa Itu BUMN Perminas, Mau Saingi MIND ID?
-
Danantara Bikin BUMN Tambang Baru, Purbaya Sebut Lebih Untung Daripada Beli Obligasi
-
Danantara Incar Laba BUMN Rp 350 Triliun di 2026
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
-
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden
-
Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I
-
Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
-
Alarm Bahaya dari MSCI: Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Taji di Mata Global
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya