Bisnis / Keuangan
Senin, 09 Februari 2026 | 08:15 WIB
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. (BPJamsostek)
Baca 10 detik
  • PT BSI mencatatkan kinerja solid tahun 2025; pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% (YoY).
  • Kinerja didukung optimalisasi dual license, termasuk sosialisasi Tabungan Haji yang signifikan meningkatkan DPK.
  • BSI berhasil menyalurkan dana SAL Rp10 triliun dan bisnis emas menembus 1 juta nasabah ekosistem.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri.

Adapun, posisi Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, naik 14,49 persen (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau 90 persen dari total outstanding pembiayaan.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Senada, Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan.

BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank.

Ilustrasi BSI. [BSI]

"Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10 persen.

"Dari sisi jumlah rekening Tabungan Haji telah mencapai di atas 6 juta. Selain itu terdapat penambahan jumlah nasabah prioritas sebesar 17,30 persen (YoY)," bebernya.

BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.

Baca Juga: Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional

License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02 persen ( YoY).

Begitu juga pendapat dari Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna, mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah.

Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll.

"Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen," imbuhnya.

Load More