Contohnya, reksa dana hibrida yang mulai fokus lebih banyak pada saham daripada toleransi risiko Anda.
2. Perubahan manajer dana
Manajer dana baru bisa memiliki gaya investasi berbeda yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan Anda. Perhatikan kinerja dana setelah pergantian manajer, dan evaluasi apakah masih nyaman untuk berinvestasi.
3. Kinerja dana yang buruk secara konsisten
Kinerja jangka pendek mungkin tidak masalah, tetapi jika dana terus-menerus kalah dibanding tolok ukur atau reksa dana sejenis selama beberapa tahun, ini bisa menjadi alasan untuk menjual.
4. Penyeimbangan ulang portofolio
Jika aset tertentu tumbuh lebih cepat dan membuat portofolio tidak seimbang, menjual sebagian reksa dana dan mengalokasikan kembali ke instrumen lebih stabil dapat menjaga risiko tetap sesuai strategi investasi.
5. Pencapaian tujuan keuangan
Jika tujuan investasi tercapai, misalnya menabung untuk rumah, pernikahan, atau pendidikan anak, masuk akal untuk menjual reksa dana.
Baca Juga: Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan
Anda juga bisa beralih ke dana berisiko lebih rendah saat mendekati tujuan.
6. Keadaan darurat
Kebutuhan mendesak seperti biaya medis, kehilangan pekerjaan, atau krisis finansial dapat memaksa Anda menjual reksa dana. Usahakan menjual yang paling sedikit berdampak pada tujuan jangka panjang.
7. Kondisi pasar
Perubahan ekonomi atau sektor tertentu bisa mempengaruhi nilai reksa dana. Jangan bereaksi emosional terhadap fluktuasi jangka pendek, tetapi buat keputusan berdasarkan tren jangka panjang dan riset.
8. Perubahan preferensi investasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026
-
Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
-
IHSG Hari Ini Lagi Semringah, Naik 1,24% dan 578 Saham Melesat
-
Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD
-
Pemerintah Gelontorkan Rp 911,16 Miliar buat Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026
-
Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati
-
Ekonomi RI Tembus 5,39 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Saya Belum Puas!
-
Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!
-
Sengketa Hotel Sultan: Jejak PT Indobuildco dan Kontroversi Dinasti Bisnis Sutowo