- Presiden Prabowo akan mengambil tindakan tegas memberantas "telur busuk" penghambat kemajuan ekonomi di birokrasi dan sektor swasta.
- Pembersihan telah dimulai, terbukti dengan pencopotan pejabat OJK/BEI dan pencabutan izin 28 perusahaan perusak lingkungan.
- Pemerintah mengincar mafia pasar modal, termasuk praktik manipulasi "goreng saham", dengan kemungkinan proses hukum terbuka lebar.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto telah mengirimkan sinyal kuat tidak akan menoleransi siapa pun yang menghambat kemajuan ekonomi Indonesia. Langkah tegas kini tengah disiapkan untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari para "telur busuk" yang selama ini merugikan negara.
Kabar mengenai rencana "bersih-bersih" besar-besaran ini diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam.
Pencopotan Pejabat di Depan Mata
Hashim menegaskan bahwa momentum pembersihan di lingkup birokrasi sudah dimulai. Hal ini sekaligus menjawab tanda tanya publik mengenai pengunduran diri sejumlah pejabat kunci di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.
"Sekarang, tinggal masalah membersihkan 'telur-telur busuk' ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan," tegas Hashim dalam diskusi panel yang diikuti secara daring tersebut.
Adik kandung Presiden Prabowo ini memastikan bahwa pemerintah tidak akan pandang bulu. Elit yang terlibat praktik kriminal hingga perusakan lingkungan akan menjadi sasaran utama.
Sebagai bukti nyata, Hashim membeberkan tindakan tegas yang diambil Prabowo saat kunjungan kerja ke London dua pekan lalu. Sebanyak 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat resmi dicabut izinnya karena terbukti merusak lingkungan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Hashim mengungkapkan bahwa pemerintah menggunakan teknologi canggih untuk mengunci bukti pelanggaran tersebut.
"Data yang digunakan sangat akurat, mulai dari fotografi satelit, drone, hingga bukti lapangan. Meskipun beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elit yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas," ujar Hashim.
Baca Juga: Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini
Meski demikian, Hashim menekankan bahwa pemerintah tetap mengedepankan asas keadilan. Perusahaan yang merasa tidak bersalah diberikan ruang untuk peninjauan kembali, guna memastikan kebijakan ini bukan sekadar tunduk pada tekanan massa, melainkan berdasarkan "keadilan yang presisi".
Membidik Mafia "Goreng Saham"
Tak hanya di sektor birokrasi dan lingkungan, radar pembersihan Prabowo juga mengarah ke sektor pasar modal. Hashim menyoroti maraknya praktik manipulasi atau "goreng saham" yang sering kali memakan korban investor ritel dan masyarakat kecil.
Ia memberikan peringatan keras bahwa proses hukum sangat mungkin dilakukan bagi mereka yang memanipulasi pasar.
"Saya bukan Jaksa Agung, namun jika ada orang yang bertanggung jawab atas perilaku kriminal yang merugikan investor kecil, segala kemungkinan (proses hukum, red) terbuka lebar. Semua opsi ada di atas meja," pungkasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi iklim investasi di Indonesia yang lebih bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil. (Antara)
Berita Terkait
-
ICW Bongkar Pengaruh Pemerintah Prabowo-Gibran ke Merosotnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia
-
Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
-
Demokrat Respons Peluang AHY Dampingi Prabowo di Pilpres 2029
-
Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini
-
PKS Tegaskan Sikap Soal Dukungan Prabowo 2029: Ini Bukan Soal Cepat-cepatan!
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia