- Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan lima konglomerat ekonomi kunci di Hambalang pada Selasa malam, 10 Februari 2026.
- Pertemuan ini bertujuan mempererat integrasi antara arah kebijakan pemerintah dan kepentingan sektor swasta nasional.
- Bursa saham pada Rabu (11/2/2026) merespons pertemuan tersebut, dengan saham Barito Group mengalami kenaikan signifikan.
Suara.com - Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, menjadi saksi pertemuan penting antara pucuk pimpinan negara dengan lima tokoh kunci ekonomi nasional pada Selasa malam (10/2/2026).
Audiensi ini mengumpulkan para pemegang kendali konglomerasi besar dalam sebuah forum yang bertujuan memperkokoh integrasi antara kebijakan pemerintah dan sektor swasta.
Tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan representasi kekuatan ekonomi lintas sektor, yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific), Anthoni Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas), Garibaldi "Boy" Thohir (Adaro), dan Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu).
Grup Barito Pimpin Reli Kenaikan
Seiring tersiarnya kabar pertemuan tersebut, bursa saham pada perdagangan Rabu (11/2/2026) merespons dengan fluktuasi yang menarik. Kelompok bisnis Barito milik Prajogo Pangestu menjadi primadona dengan kenaikan harga yang sangat signifikan:
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Melesat tajam 12,32% ke level Rp2.280, meski pada penutupan sesi 1 Kamis (12/2/2026) berada di kisaran Rp2.220
PT Petrosea Tbk (PTRO): Melambung tinggi 19,25% menyentuh Rp7.125, sedangkan pada penutupan sesi 1 Kamis (12/2/2026) meroket berada di kisaran Rp7.400
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Terbang 17,38% ke posisi Rp1.925, sedangkan pada penutupan sesi 1 Kamis (12/2/2026) ditutup melemah di angka Rp1.885
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): Menguat 7,11% menjadi Rp1.205. Kemudian pada penutupan sesi 1 Kamis (12/2/2026) berada di angka Rp1.180.
Baca Juga: Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
Di sisi lain, saham-saham di bawah naungan Salim Group menunjukkan pergerakan yang lebih kompleks. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) harus terkoreksi 2,9% ke Rp6.700, yang lebih dipengaruhi oleh faktor teknis degradasi kelas dalam indeks MSCI. Namun, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis ke Rp8.175.
Grup Adaro dan Sinar Mas juga mencatatkan rapor positif:
ADRO milik Boy Thohir naik 2,3% ke Rp2.200, diikuti oleh MBMA yang melesat 6,57%, penguatan berlanjut hari ini di kisaran Rp2.230.
Dari kubu Franky Widjaja, emiten kertas INKP menguat 3,02% ke Rp9.375, dan terus menguat pada hari ini di angka Rp9.600, sementara saham kelas berat DSSA naik ke level Rp97.000. Sayangnya kemudian hari ini DSSA melemah di angka Rp96.000.
Saham-saham yang terafiliasi dengan Aguan melalui Agung Sedayu Group menunjukkan volatilitas tinggi di awal sesi. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sempat menyentuh angka Rp11.600 sebelum akhirnya ditutup stagnan dengan kenaikan moderat 0,46% di Rp10.950.
Kondisi serupa dialami PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang ditutup menguat 1,61% setelah sempat bergairah di awal pembukaan.
Berita Terkait
-
Sorot Agincourt, Prabowo Instruksikan Penilaian Proporsional Izin Tambang Martabe
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Profil PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Pemilik Sahamnya
-
Murni Dukungan atau Strategi Politik: Apa Sebenarnya di Balik Suara Lantang Prabowo Dua Periode?
-
Purbaya Ajak Kapolri Selesaikan Masalah Iklim Investasi Indonesia
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Sorot Agincourt, Prabowo Instruksikan Penilaian Proporsional Izin Tambang Martabe
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Ciri-ciri Phishing dan Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
-
Profil PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Pemilik Sahamnya
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp68.781, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Ikut Naik
-
Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025
-
Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818