- Harga minyak stabil pada Jumat, 13 Februari 2026, dipicu meredanya tensi Iran dan proyeksi surplus pasokan global.
- Sinyal diplomasi Presiden Trump meredam kekhawatiran gangguan pasokan yang sebelumnya menaikkan harga minyak mentah.
- Faktor tekanan harga juga berasal dari proyeksi IEA surplus pasokan serta potensi tambahan minyak dari Venezuela.
Suara.com - Harga minyak stabil pada perdagangan Jumat 13 Februari 2026, setelah sempat terkoreksi di sesi sebelumnya.
Tren penurunan mingguan selama dua pekan berturut-turut ini, dipicu oleh mulai meredanya tensi geopolitik terkait Iran yang sebelumnya dikhawatirkan mengganggu jalur suplai.
Selain itu, proyeksi pasar yang menunjukkan adanya surplus pasokan dibandingkan permintaan sepanjang tahun ini turut menekan pergerakan harga.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 3 sen, atau 0,04 persen, menjadi 67,55 dolar AS per barel pada pukul 02.05 GMT (09.05 WIB) setelah turun 2,7 persen pada sesi sebelumnya.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1 sen, atau 0,02 persen menjadi 62,85 dolar AS setelah turun 2,8 persen.
Harga minyak dunia menunjukkan tren melemah sepanjang minggu ini, dengan Brent diperkirakan turun 0,8 persen dan WTI terkoreksi 1,1 persen.
Meskipun sempat melonjak akibat isu serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, sentimen pasar berbalik arah (reversal) setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal diplomasi.
Pernyataan Trump mengenai peluang kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat efektif meredam kekhawatiran gangguan pasokan dan menyeret harga minyak lebih rendah.
Analis IG, Tony Sycamore, menjelaskan bahwa harga minyak mengalami tekanan seiring adanya indikasi bahwa AS berupaya memperpanjang durasi negosiasi nuklir dengan Iran.
Baca Juga: Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Langkah diplomasi ini dinilai berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan mendadak, sehingga "premi risiko" yang sebelumnya melambungkan harga kini mulai menyusut.
Selain faktor redanya ketegangan dengan Iran, laporan bulanan IEA turut memberikan tekanan pada harga minyak dengan memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global. IEA memperkirakan pasar akan mengalami surplus pasokan tahun ini.
Menurut Sycamore, penurunan harga kian tajam menyusul laporan membengkaknya cadangan minyak mentah AS serta spekulasi pasar mengenai masuknya pasokan tambahan dari Venezuela dalam waktu dekat.
"Ada harapan bahwa pasokan minyak Venezuela akan kembali ke tingkat sebelum blokade dalam beberapa bulan mendatang," katanya.
Sycamore menyebut peningkatan itu dari 880.000 barel per hari menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari.
Pejabat energi Gedung Putih menyebut bahwa Departemen Keuangan AS berencana merilis tambahan pelonggaran sanksi terhadap sektor energi Venezuela pekan ini.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
-
Ekspor Venezuela Meluncur, Tren Kenaikan Harga Minyak Terhenti
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela
-
Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM
-
Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan
-
Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel
-
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
-
Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas
-
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya