- Harga minyak Brent dan WTI terkoreksi tipis pada Rabu, 14 Januari 2025, setelah sebelumnya menguat signifikan.
- Penurunan harga dipicu kembalinya ekspor minyak Venezuela serta kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran.
- Stok minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan melonjak signifikan pada pekan yang berakhir 9 Januari.
Suara.com - Kenaikan harga minyak terhenti pada perdagangan Rabu 14 Januari 2025, setelah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan harga dipicu kembalinya ekspor dari Venezuela. Secara bersamaan pasar juga sedang mengkhawatirkan gangguan pasokan akibat kerusuhan sipil yang terjadi di Iran.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent terkoreksi tipis 9 sen (0,14 persen) ke posisi 65,38 dolar AS per barel pada pukul 02:07 GMT atau 09:07 WIB.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 12 sen atau 0,20 persen ke level 61,03 dolar AS per barel.
Padahal pada hari Selasa, kedua kontrak tersebut ditutup menguat signifikan, Brent naik 2,5 persen dan WTI melonjak 2,8 persen.
Secara akumulatif, harga minyak telah meroket 9,2 persen dalam empat sesi perdagangan terakhir akibat eskalasi aksi protes di Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari produsen minyak terbesar keempat di OPEC tersebut.
Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mendorong warga Iran untuk terus berunjuk rasa, sembari mengatakan, bantuan sedang dalam perjalanan tanpa merinci bantuan apa yang akan diberikan.
Analis dari Citi menyatakan, dalam sebuah catatan bahwa aksi protes di Iran berisiko memperketat keseimbangan minyak global, baik melalui hilangnya pasokan dalam jangka pendek maupun peningkatan premi risiko geopolitik.
Sejalan dengan kondisi tersebut, mereka menaikkan proyeksi harga minyak Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi 70 dolar AS per barel.
Baca Juga: Trump Tangkap Nicolas Maduro: Kalau Presiden Tumbang, Gimana Nasib Venezuela?
Para analis Citi mencatat bahwa sejauh ini protes tersebut belum menyebar ke daerah penghasil minyak utama Iran, yang membatasi dampaknya terhadap pasokan sebenarnya.
"Risiko saat ini lebih condong ke gesekan politik dan logistik daripada gangguan langsung, sehingga dampaknya terhadap pasokan minyak mentah Iran dan arus ekspor tetap terkendali," kata mereka.
Di tengah kekhawatiran terhadap Iran, Venezuela mulai meningkatkan kembali produksi minyaknya yang sempat terhenti akibat embargo AS, seiring dengan dimulainya kembali aktivitas ekspor, berdasarkan keterangan tiga orang sumber.
Dua kapal tanker raksasa telah bertolak dari perairan Venezuela pada hari Senin dengan membawa masing-masing 1,8 juta barel minyak mentah.
Pengiriman tersebut diyakini sebagai tahap awal dari kesepakatan pasokan 50 juta barel antara Caracas dan Washington pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS.
Meski dibayangi isu geopolitik, fundamental pasar sebenarnya menunjukkan kondisi pasokan yang melimpah. Hal ini dipertegas oleh data stok minyak AS yang dirilis Selasa malam.
Berita Terkait
-
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI